HMP PAI UMS Soroti Pendidikan Ala Rasulullah

0
136

UMS, pabelan-online.com – Bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad, HMP PAI UMS mengadakan agenda seminar nasional bertema Revolusi Pendidikan Rasulullah yang menghadirkan dua pembicara didalamnya.

Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta selenggarakan seminar nasional dengan tema “Revolusi Pendidikan Rasulullah” pada Sabtu (9/11/2019). Seminar yang bertepatan dengan maulid Nabi Muhammad ini digelar di gedung Fakultas Hukum yang diikuti oleh mahasiswa UMS dan sekitarnya.

Hanifah Nur Hidayah sebagai salah seorang panitia acara, mengungkapkan tujuan penyelenggaraan seminar ialah memberi generasi milenial pencerahan tentang perkembangan dunia pendidikan. Seperti yang bisa kita lihat sekarang ini, aspek pendidikan banyak mengalami transformasi dari masa ke masa, oleh sebab itu di seminar ini dibahas mengenai pendidikan sejak zaman Rasulullah hingga sekarang.

Saat pembahasan materi, Abdullah Mahmud selaku dosen UMS menerangkan bahwa Rasulullah diutus untuk menjadi seorang guru bagi umat manusia. Periode pendidikan pada zaman Rasulullah dibagi menjadi dua, yakni periode Makkah dan Madinah. Makkah dan Madinah, memiliki background masyarakat yang berbeda. Namun gerak langkah Rasulullah sangat revolusioner, sehingga mampu mengubah tatanan masyarakat itu sendiri.

Baca Juga Sofyan Anif: Nadiem Belum Punya Keahlian dalam Bidang Pendidikan

“Pendidikan yang diajarkan oleh Rasulullah itu bukan sekadar aspek kognitif, teoretis, dan intelektual lewat Alquran, tapi juga pendidikan hati. Oleh karena itu pendidikan Rasulullah tetap akan berlaku sepanjang zaman,” terang Abdullah, Sabtu (9/11/2019).

Pendidikan yang diajarkan Rasulullah, lanjut Abdullah, juga mengajarkan aspek psikomotorik seperti berenang, memanah, bahkan berkuda. Hanya saja zamannya telah berbeda konteks, saat ini banyak cabang olahraga yang dapat digeluti. Pendidikan Rasulullah menurutnya komplit dan dalam menerapkannya harus melihat konteks yang ada.

Yahya Fathur Rozy, selaku pemateri sekaligus Redaktur IBTimes.id sependapat dengan apa yang dikatakan Abdullah, bahwa untuk menerapkan pendidikan zaman Rasulullah dahulu tentu tidak maksimal diterapkan di zaman sekarang lantaran metodenya sudah berbeda. Tiap-tiap zaman memiliki pola metode pendidikan yang berbeda dan tak bisa serampangan sebab kondisinya pun berbeda pula. “Ilmu pengetahuan sekarang itu makin berkembang,” ujarnya, Sabtu (9/11/2019)

Seminar ini disambut baik oleh Wulantika, salah seorang peserta seminar dari mahasiswa PAI UMS. Selain dapat mengetahui revolusi pendidikan zaman Rasulullah hingga sekarang, menurutnya hal ini juga memberi inspirasi kepada peserta. “Sangat memotivasi kita sebagai mahasiswa untuk menjadi baik, terlebih tadi dijelaskan tentang lembutnya seorang Rasulullah dalam mendidik,” komentarnya, Sabtu (9/11/2019).

Reporter           : Tsania Laila Magfiroh

Editor               : Annisavira Pratiwi