Syaefudhin: Aktif Jemput Prestasi Meski Padat Kuliah dan Organisasi

0
70

Teknik Elektro, adalah salah satu program studi Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang terbilang tidak mudah. Namun mahasiswa Teknik Elektro tak jarang ikut organisasi di sela-sela kepadatan kuliah. Ada sebagian orang yang memandang dengan mengikuti kegiatan organisasi hanya akan menghambat nilai-nilai akademik. Untuk melakukan dua hal tersebut (akademik sekaligus organisasi) tentu bukan hal mudah, keduanya butuh kerja keras, pengaturan waktu yang baik, dan dituntut mampu memecahkan masalah.

Udin, sapaan pemuda yang lahir pada 30 Maret 1998 ini  tak surut semangat untuk meraih impiannya. Laki-laki kelahiran Jambi ini merantau ke Surakarta, Jawa Tengah untuk menempuh study S1 Teknik Elektro UMS. Laki-laki  bernama lengkap Syaefudhin itu dikenal sebagai mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2016 yang telah mengukir banyak prestasi di kancah akademik.

Selama kuliah, ia tidak pernah menjadikan IP tinggi sebagai tujuan utamanya. Namun ia selalu belajar, belajar, dan belajar, itu kunci bagi dirinya. Mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.6, menjadi suatu hal yang membanggakan bagi keluarga dan teman-temannya. Belum cukup disitu, tak puas hanya menjadi mahasiswa yang mempunyai IPK tinggi, Udin pun aktif mengikuti organisasi dan komunitas. Salah satunya adalah KMTE Robot Research dan ECRC (Electric Car Research Center).

Tidak hanya itu, ia juga berhasil memenangkan banyak perlombaan, diantaranya juara 1 Gagasan Kreatif  KIKMETRO UMS pada tahun 2018, juara 3 Line Tracer Soedirman kategori Mikrokontroler di Universitas Jendral Soedirman (UNSOED) pada tahun 2017, dan masih banyak lagi.

Ia memiliki tips dan trik sendiri untuk menyeimbangkan kegiatan perkuliahan dengan organisasinya tersebut. Menurutnya, sebagai mahasiswa harus berfokus pada salah satu dulu, kuliah atau organisasi? Setelah salah satu selesai, bisa mengerjakan satunya lagi. Pun, jadwal harus dibuat terstruktur dan selalu punya planning.

Tak hanya menjadi mahasiswa berprestasi dan aktif di beberapa organisasi, ia juga pernah mengikuti student exchange di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada tahun 2018. Pada saat pertukaran pelajar, ia kuliah selama enam bulan di ITS pada saat semester lima, bersama beberapa temannya dari Teknik Elektro.

Pada saat wawancara, Udin menceritakan perjuangannya untuk menjadikan kuliah dan kegiatan organisasinya seimbang. Ia berusaha untuk memanajemen waktunya dengan baik, dan tidak banyak tidur. Untuk mengatasi rasa malas, ia mengikuti kegiatan di suatu komunitas atau melakukan kegiatan lain yang bermanfaat di luar atau di dalam kampus. Udin bahkan menjadi asisten laboratorium Teknik Elektro UMS dan guru ekstrakurikuler robotika di beberapa SMP daerah Kartasura dan Sukoharjo.

Di akhir perjumpaan dengan tim Pabelan Online, Udin memberikan motivasi untuk teman-teman mahasiswa lain untuk lebih semangat dalam belajar, dan lebih semangat untuk berkarya. “Kita harus mencari jati diri terlebih dahulu, setelah itu kita berusaha supaya bisa seperti mereka yang sukses,” pungkasnya.

 

Reporter              : Munasifah Rahmawati

Editor                    : Annisavira Pratiwi

Tulisan ini telah diperbarui pada Jumat, 29/11/2019 pukul 08.12

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here