Peringkat Anjlok, UMS Dinilai Ceroboh

0
1843

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menduduki peringkat ke-63 dalam klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Hal itu menunjukkan penurunan – atau bisa dikatakan anjlok – dibanding tahun lalu yang sempat menempati peringkat ke-38.

Berita buruk ini pun ditanggapi oleh pihak UMS melalui Kepala Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI), Supriyono. Ia menjelaskan bahwa ada dua hal yang memengaruhi hasil buruk tersebut. Pertama, dalam meningkatkan kualitasnya, UMS masih cenderung terpaku dengan indikator klasterisasi tahun lalu. Kedua, masih ada beberapa indikator yang didapati belum terisi sebab kurang informasi dari Ristekdikti.

Dua hal tersebut bisa dikatakan sebagai bukti teledornya pihak UMS. Sangat disayangkan bila UMS masih cenderung terpaku dengan indikator klasterisasi tahun lalu, seolah-olah tidak bisa move on.

Pasalnya dengan adanya penambahan indikator baru yang ditetapkan Kemenristekdikti pada saat itu merupakan upaya agar perguruan tinggi (PT) dapat secara aktif merespon perkembangan zaman, terutama revolusi industri keempat dan kebutuhan tenaga kerja.

Akan tetapi apa yang dilakukan oleh pihak UMS terkesan ceroboh. Akibat kecerobohan tersebut, ada beberapa indikator yang belum terisi. Bukankah seharusnya setiap perguruan tinggi selalu update perihal indikator pemeringkatan? Toh hasilnya juga untuk mengharumkan nama perguruan tinggi sendiri.

Jika memang ada miskomunikasi, sebaiknya UMS tidak membiarkan hal itu terjadi. Bukan hanya sekedar terimo terimo ae. Kurangnya informasi bisa diakali dengan bertanya lebih lanjut kepada yang lebih mengetahui, dan mencari informasi secara mandiri bukanlah hal yang sulit mengingat di era ini informasi apapun bisa didapatkan lantaran serba digital.

Maka perlu bagi UMS untuk introspeksi lagi ke depan dan lebih perhatian akan hal-hal kecil, agar keteledoran seperti ini tidak terjadi lagi.

Pemeringkatan versi Ristekdikti sendiri bukan hal yang main-main, mengingat hasilnya berupa klasterisasi perguruan tinggi agar pemerintah bisa melakukan pemetaan untuk penerapan kebijakan di masing-masing perguruan tinggi agar di masa depan bisa mewujudkan perguruan tinggi berkualitas.

Fokus UMS akhir-akhir ini untuk membangun infrastruktur jangka panjang itu baik, namun perhatian pada hal-hal kecil bukan hal yang bisa dianggap remeh.