BEM FK UMS Deklarasikan Pisah Dengan BEM UMS

0
1407

UMS, pabelan-online.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) mendeklarasikan diri pisah dari BEM Universitas Muhammadiyah Surakarta  (UMS). Hal tersebut merupakan bentuk kritik terhadap sistem pemerintahan BEM UMS.

Pelantikan pengurus baru BEM Fakultas yang diadakan pada awal tahun 2020 menuai kontroversi dari mahasiswa UMS. Pasalnya pada pelantikan Keluarga Mahasiswa (KAMA) FK UMS, Ketua dan Wakil Ketua BEM FK mendeklarasikan diri sebagai presiden dari kabinet terbaru mereka. Hal itu ditujukan sebagai bentuk kritik dari sistem susunan pemerintahan BEM U.

Akar masalah bermula dari keputusan kongres student government UMS Tahun 2019. Pada bagian ketiga pasal 12 yang berbunyi “Sistem pemerintahan KAMA UMS menggunakan sistem presidensil” dan pasal 13 yang berbunyi “KAMA UMS menganut manajemen federasi”. Kedua hal tersebut menurut Refian, selaku Presiden BEM FK merupakan dua konsep yang berbeda apabila dilakukan bersama.

Refian menambahkan, pendeklarasian BEM FK memisahkan diri dari BEM U bukan karena terdapat masalah diantara keduanya. Hal itu bertujuan untuk memantik BEM U agar mulai mengurusi masalah susunan pemerintahan BEM U yang belum jelas. “Saya juga telah berkoordinasi dengan Presiden BEM U, sekaligus memberikan tawaran sistem baru berupa federal,” ujar Refian, Selasa (25/2/2020).

Wakil Presiden BEM U, Resky Gustiandi menyatakan telah mengetahui tindakan dari BEM FK yang memisahkan diri. Menurutnya, merupakan hal wajar bila permasalahan tersebut terjadi karena berkaitan dengan pasal 12 dan 13, asalkan komunikasi dengan BEM U tetap jalan. “BEM U sendiri masih sibuk dengan program kerja yang lain, sehingga belum menyoroti masalah tersebut dengan penuh,” ucap Resky, Jumat (28/2/2020).

Resky juga kurang paham akan mekanisme forum tersebut, menurutnya hal itu cukup rancu. “Sistemnya kok bisa presidensil dan federasi seperti itu,” ungkapnya. Ia juga telah mengusulkan ke presiden mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM-U) untuk mengadakan forum pertemuan seluruh gubernur dan presiden mahasiswa guna membahas hal tersebut.

Dari pihak BEM FK juga sudah merencanakan pembicaraan mengenai masalah student government, dengan membentuk grup whatsapp yang berisi gubernur dan presiden periode tahun ini. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

Reporter : Arga Rosa Wibawani dan Deny Bayu Wijanarko

Editor      : Alvanza A. Jagaddhita