International Womens Day Jadi Ajang Lomba Orasi Kesetaraan Gender

0
136

UMS, pabelan-online.com – Dalam rangka merayakan International Womens Day, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar lomba orasi di Taman Evakuasi, Fakultas Hukum (FH) UMS, pada 9 Maret 2020. Tema yang diangkat pada lomba kali ini ialah “Kritis Melawan Ketidakadilan dan Menjunjung Kesetaraan”.

Kegiatan lomba orasi yang diselenggarakan oleh IMM FKIP ini dimaksudkan untuk merayakan hari perempuan di seluruh dunia, yang jatuh pada tanggal 9 Maret. Kegiatan ini diadakan oleh bidang Immawati yang juga diikuti oleh beberapa Komisariat IMM, baik immawan maupun immawati.

Pada kesempatan pertama orasi, yakni perwakilan dari IMM Adam Malik, Frischa Aura Salsabilla menyebut bahwa perempuan adalah tiang suatu negara. Menurutnya, sebelum menegakkan suatu negara haruslah mendidik terlebih dahulu perempuannya.

Namun, menurut Salsabilla pada kenyataannya perempuan selalu berada di strata terbawah, padahal seharusnya baik perempuan maupun laki-laki berhak mendapatkan kedudukan yang sama.

Ia menambahkan, bahwa di sini perempuan selalu dianggap tak layak untuk berbuat sesuatu dan haknya lebih sering dirampas. Salsabilla juga menyebutkan, bahwa menurut catatan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Perempuan, perihal pelecehan kepada kaum hawa mencapai 471.476 kasus.

“Pelecehan bisa terjadi di mana saja, ini menakutkan sekali karena hak-hak wanita direnggut begitu saja,” tegas Salsabilla, Senin (9/3/2020).

Baca Juga LPPM UMS: Terbitkan Jurnal untuk Menunjang Kinerja Pengabdian Masyarakat

Syafi Rakha Muwaffaq, sebagai perwakilan dari komisariat Adam Malik juga turut menyampaikan orasinya. Ia membahas mengenai pentingnya menjunjung tinggi kesetaraan gender. Menurutnya, semua orang dapat berkontribusi dalam menjunjung tinggi hak-hak wanita agar tidak direndahkan, dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesetaraan gender.

Dengan demikian, masyarakat akan mengetahui betul tentang pentingnya kesetaraan gender dan perempuan dapat berada pada strata yang sama dengan laki-laki. Syafi berpesan, bahwa harus berani dalam mengatakan sesuatu apabila yang dikatakan itu benar dan untuk kemaslahatan bersama.

Berorasi dengan membahas mengenai kesetaraan gender, perwakilan dari IMM Moh. Hatta, Eka Pratiwi menegaskan bahwa perempuan memerlukan pengakuan. Sebagai perempuan, ia mengatakan agar jangan mudah diperdaya dan senantiasa meningkatkan harkat dan martabat seorang perempuan.

“Harus berani melawan, karena diam adalah kehancuran dan mundur adalah pengkhianatan,” seru Eka pada audience.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Faizah Habibah, salah satu peserta yang hadir pada lomba orasi  mengatakan, bahwa kegiatan ini penting dilakukan karena merupakan aspirasi yang layak untuk disampaikan dan didengarkan. Ia juga mengungkapkan, bahwa dirinya mendapat banyak pengetahuan dan menyadarkan dirinya untuk selalu menghargai orang lain.

“Kegiatan ini dapat menambah wawasan, akan lebih bagus jika rutin dilakukan,” jelas Faizah, Senin (9/3/2020).

Reporter         : Secoundio Rabbanisssa Asmoro

Editor             : Mulyani Adi Astutiatmaja