Tak Sesuai Rasio Ideal Dikti, BPSDM UMS Terus Oprec Dosen Baru

0
266

UMS, pabelan-online.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengakui perbandingan jumlah dosen dan mahasiswa yang tidak ideal dialami hampir seluruh Fakultas di UMS. Open recuitment (oprec) pun dibuka dan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar yang sesuai dengan visi dan misi BPSDM.

Membludaknya jumlah mahasiswa dan kurangnya tenaga pengajar atau dosen mengakibatkan banyak permasalahan, salah satunya adalah kinerja dosen yang menurun dan kegiatan pembelajaran yang kurang efektif.

Tri Widayanto, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia UMS menjelaskan, bahwa permasalahan seperti ini adalah hal yang wajar dan banyak dialami oleh universitas, khususnya universitas swasta.

Rasio ideal dosen dan mahasiswa menurut Pendidikan Tinggi (Dikti) adalah 1 banding 30. Namun, untuk mencapai hal ideal tersebut, BPSDM mengaku memang cukup susah.

Menurut Tri, rasio dosen dan mahasiswa sendiri sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap akreditasi program studi (prodi), karena memang penilaian untuk akreditasi sendiri terdiri dari beberapa hal. Tidak perlu ada yang ditakutkan, karena pihak BPSDM terus berusaha menambah dosen di tiap fakultas.

Open recuitment kita buka terus, tiap tahun kita ada target nambah dosen berapa itu ada. Cuma ya memang nggak semua diterima, sesuai prasayat kitalah,” ujarnya saat ditemui tim pabelan online, Kamis (12/3/2020).

Mengenai prasyarat penerimaan dosen, menurutnya tidak terlalu tinggi dan ketat, semua sesuai dengan visi dan misi BPSDM sendiri. Walau diakuinya, BPSDM sendiri juga ingin mendapat dosen baru agar permasalahan ini dapat sedikit teratasi, tetapi di sisi lain juga ingin mendapat dosen yang berkualitas.

Baca Juga: Sarana Capai Kreativitas Anggota, FINIC UMS Gelar Pameran Fotografi

Jika pada tahun ini belum ada dosen yang lolos prasyarat seleksi, maka jumlah dosen yang seharusnya diterima tahun ini akan diakumulasikan pada tahun berikutnya.

Untuk saat ini, upaya yang bisa dilakukan BPSDM adalah terus mengadakan oprec dosen baru dan mempekerjakan dosen tidak tetap untuk sementara waktu. Sedangkan dosen tidak tetap sendiri, jumlahnya bergantung pada permintaan dan kebutuhan prodi di fakultas masing-masing.

Novi Eri Setiawan, mahasiswa Prodi Akuntansi, mengutarakan bahwa banyak dosen yang kurang semangat mengajar karena sudah terlalu lelah mengajar dari pagi. Kemudian hal tersebut berimbas pada mahasiswa yang kebetulan memperoleh jam mata kuliah di sore hari, kuliah menjadi tidak efektif dan mandeknya materi yang dibahas.

“Semoga ada penambahan dosen tahun ini, karena seharusnya penambahan jumlah mahasiswa bisa selaras sama penambahan dosen,” tutup Novi pada Kamis (12/3/2020).

Reporter         : Lintang Ayu Amaranggani

Editor             : Inayah Nurfadilah