Perang Pandemi dan Konflik Global

0
195

Judul: Contagion (2011)

Sutradara: Steven Soderbergh

Sinematografi: Steven Soderbergh

Penulis skenario: Scott Z. Burns dan Steven Soderbergh

Tanggal rilis: 3 September 2011

Pemain: Marion Cotillard, Matt Damon, Laurence Fishburne, Jude Law, Gwneyth Patrow, Kate Winslet, Jennifer Ehle, Eliott Gloud, dan Chin Han

Durasi: 106 menit

Genre: Medic Thriller/Thriller/Drama

Distributor: Warner Bros

Negara: Amerika Serikat

Merebaknya sebuah virus secara masif dan dapat membunuh manusia dalam hitungan hari mungkin terdengar seperti mimpi buruk bukan? Penularan virus terjadi secara cepat dan sering tidak disadari membuat efek kengerian dalam film Contagion ini. Contagion menurut terjemahan bebas bahasa Indonesia memiliki arti penularan. Melihat dari judul saja sudah dapat ditebak bagaimana alur cerita film ini.

Uniknya, film yang dibintangi Matt Damon ini seakan memvisualkan realita saat ini di mana dunia tengah terkena pandemi Sars-Corv19 atau yang akrab disebut dengan Corona Virus. Film yang dirilis sembilan tahun lalu, menggambarkan bagaimana dunia tiba-tiba dihadapkan dengan virus baru yang menyerang sistem pernapasan manusia.

Penyebaran virus ini dimulai saat Bett Emhoff (Gwneyth Patrow) mengalami gejala flu berat ketika berada di bandara. Adegan selanjutnya digambarkan dengan beberapa orang dari China, Inggris, dan Jepang yang mengalami gejala flu yang sama.

Penggambaran film ini dapat dibilang cukup detail namun tidak terlalu berat untuk dipahami. Nampaknya sang sinematografi sukses dalam memproduksi film dengan genre Medic Thriller yang dapat dinikmati secara menyeluruh tanpa ada unsur ambigu di setiap scene filmnya.

Film ini mempertontonkan bagaimana fatalnya virus yang telah berhasil mewabah hampir di seluruh negara. Dimulai dari gejala awal flu berat hingga berakibat fatal pada kerusakan syaraf. Korban pertama yang menjadi kunci awal diketahuinya virus ini adalah Bett Emhoff yang tiba-tiba mengalami kejang dan gagal jantung. Peningkatan kasus yang relatif mirip membuat Center For Disease Control and Preventition (CDC) memulai penyelidikan yang membawa hasil pada ditemukannya virus MEV-1 yang ditularkan melalui kelelawar dan babi ke manusia.

Setelah Bett Emhoff meninggal, mau tak mau suaminya Mitch Emhoff (Matt Damon) harus dikarantina karena terindikasi tertular dari mendiang istrinya. Namun, keberuntungan memihak pada Mitch Emhoff, dia dinyatakan memiliki kekebalan imun yang tinggi, menjadikan dirinya tidak tertular virus yang membunuh istrinya. Hal ini menjadi awal dari petualangan Mitch Emhoff bersama putrinya dalam bertahan hidup di situasi dunia yang kaos akibat pandemi virus MEV-1.

Di dalam film ini, secara apik digambarkan bagaimana masyarakat dunia yang mulai menggila dengan keterbatasan obat dan layanan medis. Membuat masyarakat mau tidak mau bertindak agresif dengan menghancurkan fasilitas kesehatan dan saling berebut untuk mendapatkan sisa obat yang tersedia.

Dengan tingkat pertumbuhan virus yang semakin pesat dan brutal membuat World Health Organization (WHO) dan CDC segera melakukan tes terhadap beberapa hewan. Tes yang dijalankan sayangnya tak kunjung mendapat hasil yang baik, lantaran melihat dari seluruh objek tes tak mampu bertahan hidup dari serangan virus MEV-1 ini.

Konflik semakin memanas ketika Alan (Jude Law) yang mengaku sebagai jurnalis freelance, melalui video blognya berpura-pura sakit dan lantas seakan berhasil sembuh dari MEV-1 dengan mengonsumsi forsythia. Tak sampai di situ, Alan juga menuding pemerintah Amerika Serikat melakukan konspirasi dengan perusahaan farmasi agar penyediaan obat forysthia dibatasi. Alan mengatakan bahwa konspirasi ini merupakan salah satu taktik Amerika dalam berperang melalui senjata biologi.

Jika dilihat dari kasus wabah Covid-19 yang juga menjadi perhatian utama seluruh dunia saat ini, keterkaitan antara film Contagion dengan realita sekarang benar-benar seiras. Dimulai dari awal penyebaran dari kelelawar, virus menyerang sistem pernapasan serta spekulasi yang beredar bahwa semua ini merupakan skenario. Diciptakan untuk perang dengan menggunakan senjata biologi berupa virus Sars-Corv19. Tentu saja ini semua masih berupa spekulasi kebetulan saja yang dapat tervisualisasikan secara jelas melalui film Contagion.

Selanjutnya, sebagai dampak dari ucapan Alan, masyarakat yang mengetahui hal tersebut mulai melakukan aksi lebih brutal demi mengincar obat forsythia. Menjarah apotek-apotek terdekat ataupun rumah sakit demi mempertahankan hidup mereka dari ancaman virus yang mematikan.

Lebih dalam mengulik film ini, membuat saya berpikir bahwa dampak penyebaran suatu wabah benar-benar berakibat fatal untuk segala aspek, mulai dari politik hingga ekonomi. Bukan hanya pada negara terdampak, tetapi juga pada seluruh negara.

Di belahan dunia lain, tepatnya di China, perwakilan dokter dari WHO yakni dr. Leonora Orantes (Marion Cotillard) harus mengalami situasi di luar dugaan. Dirinya diculik oleh otoritas pemerintah China dan hanya akan dibebaskan ketika pihak WHO dapat memberikan vaksin kepada China. China berani mengambil langkah nekat tersebut karena jumlah korban tertinggi virus MEV-1 ini terdapat di China, walaupun korban pertama merupakan wanita berkewarganegaraan Amerika.

China juga disinyalir sebagai tempat asal muasal penyebaran virus MEV-1, dilihat dari fakta beberapa korban awal memiliki riwayat melakukan perjalanan ke China. Dengan dihadapkan situasi genting seperti ini, akhirnya mau tak mau membuat China melakukan langkah ekstrem dengan menyandera dr. Leonora, hal tersebut malah membuat situasi dunia semakin kacau.

Film ini seakan menggambarkan dampak dari penyebaran virus dalam berbagai sudut pandang. Jika beberapa film bertema sama lebih menonjolkan pada cara bertahan si pemeran utama atau menggambarkan bagaimana dokter berpacu waktu dalam menemukan vaksin untuk menghalau virus. Dalam film Contagion, Steven Soderbergh ini seakan ingin menunjukan sisi berbeda dari kebanyakan film bertema pandemi virus.

Film Contagion menitikberatkan pada bagaimana virus dapat ditangani dan dampak apa saja yang terjadi jika wabah virus mulai menyerang. Bisa saya katakan, bahwa film Contagion sangat layak saya sebut sebagai film bertema Medic-Thriller terbaik yang pernah saya tonton.

Tidak ada scene yang terkesan ambigu ataupun terlalu cepat, scene secara runtut digambarkan dengan penuh emosi ketegangan yang intensitasnya semakin tinggi ketika puncak konflik disuguhkan. Menurut saya, tidak ada satu pun adegan yang terkesan gagal. Setiap adegan dalam film Contagion membawa keterkaitan dampak demi membangun konflik yang sungguh apik.

Film Contagion ini diakhiri dengan pihak WHO dan CDC yang berhasil menemukan vaksin dan perang pandemi MEV-1 akhirnya dapat dihentikan bersamaan dengan konflik global yang mulai terpecahkan. Saya sangat merekomendasikan film Contagion ini, selain dengan alur plot cerita yang mirip dengan situasi wabah Corona Virus Disease-19 (Covid-19) saat ini, film ini juga mampu menggambarkan situasi secara baik dan plot cerita yang seru.

 

Penulis            : Aprilia Aryani Dewi K

Mahasiswa Aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta

 

Editor              : Muhammad Sukma Aji