Meski Sudah Lulus, Wapresma BEM UMS Tetap Duduki Jabatannya Hingga Ada Keputusan Rektor

0
356

UMS, pabelan-online.comWalau sudah dinyatakan lulus dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS periode 2019-2020 tetap lanjutkan jabatannya hingga jangka waktu yang belum dapat ditentukan, sesuai dengan keputusan Presiden Mahasiswa (Presma). 

Jauh sebelum terbitnya surat keputusan lulus, Resky Gustiandi selaku Wapresma BEM UMS secara pribadi telah siap untuk mundur dari jabatan. Terhitung sudah tiga kali pengunduran diri yang ia ajukan, dimulai pada bulan Desember tahun lalu, kemudian pada bulan Februari setelah melaksanakan sidang skripsi, dan terakhir baru-baru ini. Namun, Presma tetap mengatakan untuk tidak melepaskan jabatan.

Selain itu, Resky juga menjelaskan bahwa sejak awal, ketika sudah di akhir statusnya sebagai mahasiswa dan kepastian akan lulus di bulan Maret 2020 sudah di depan mata, ia diminta oleh Presma untuk tetap melanjutkan jabatannya dan mendampingi Presma.

“Saya pikir cukup logis jawaban beliau, karena sejak awal sudah diajak untuk mendampingi maka saya sepatutnya sami’na wa atho’na,” jelasnya via WhatsApp, Sabtu (2/5/2020).

Baca Juga: Manfaatkan Waktu Bulan Ramadan, IMM Shabran UMS Adakan Kajian Rutin Dua Hari Sekali

Berkaitan dengan statusnya tersebut, Resky sendiri juga tidak tahu sampai kapan ia masih menduduki jabatannya. Habisnya periode jabatan BEM UMS 2019/2020 juga belum dapat dipastikan. Sesuai dengan keputusan Presma yang dikeluarkan pada 24 Maret 2020 lalu, menyatakan bahwa pelaksanaan Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) di UMS ditunda hingga menunggu edaran rektorat tentang kegiatan kemahasiswaan.

Di akhir wawancaranya dengan tim Pabelan Online, Resky membicarakan mengenai visi misi Presma dan Wapresma yang belum tercapai, yakni tentang menegakkan kedaulatan di seluruh fakultas yang ada di UMS.

Salah satu mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika, Reza Aristo Rifandi mengungkapkan jika ia tidak begitu tahu mengenai kebijakan BEM U, setahunya jika seorang anggota BEM sudah tidak berstatus sebagai mahasiswa, maka tidak lagi berhak mengemban jabatan, sehingga jika diputuskan untuk mengganti wakil presiden (wapres), sebaiknya disegerakan sebelum berakhirnya periode saat ini.

“Yang pasti Wapresma perlu mendukung kinerja yang dimiliki Presma, guna memperjuangkan kedaulatan dan mengembalikan kepercayaan mahasiswa terhadap badan eksekutifnya sendiri,” ungkapnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (2/5/2020).

Reporter           : Sarah Dwi Ardiningrum

Editor               : Rio Novianto