Perpustakaan UMS Tutup Kunjungan Fisik dan Layani Melalui Mekanisme Daring

0
201

UMS, pabelan-online.comSebagai langkah pemutusan rantai penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19), perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk sementara waktu tidak melayani kunjungan secara fisik sejak tanggal 4 Mei 2020 lalu.

Mengingat kegiatan perkuliahan masih berlangsung secara daring, maka mahasiswa pun masih membutuhkan referensi untuk perkuliahan. Sebagai gantinya, pengguna dapat mengakses layanan perpustakaan secara daring dengan memaksimalkan beberapa referensi digital yang dapat diakses lewat website perpustakaan UMS.

Maria Husnun Nisa, selaku petugas call center dan konsultasi perpustakaan UMS menuturkan, bahwa ketentuan dan layanan yang diberlakukan selama pandemi telah diinfokan melalui media sosial perpustakaan UMS.

Untuk mengakses koleksi-koleksi digital yang dimiliki dapat melalui http://library.ums.ac.id, untuk akses repository di http://eprints.ums.ac.id, layanan pengecekan serta perpanjangan akun dapat melalui email turnitinperpus@ums.ac.id, dan layanan unggah mandiri karya ilmiah mahasiswa melalui laman unggah.eprints.ums.ac.id.

Untuk peminjaman buku, sementara ini ditiadakan. Selain itu, denda sejak 19 Maret 2020 juga sudah dihentikan dan bagi mahasiswa yang masih meminjam buku diimbau untuk merawat buku tersebut.

Baca JugaLewat Diskusi, LPM Islamika Bahas Peran Persma di Tengah Pandemi

Maria juga menjelaskan, bahwa pemberlakuan layanan perpustakaan secara daring akan tetap berlangsung, sejalan dengan pembelajaran mahasiwa yang juga masih dilakukan secara daring. “Intinya kita memaksimalkan semua media elektronik dan media sosial untuk bisa melayani pemustaka,” jelasnya, Kamis (7/5/2020).

Salah satu mahasiswa jurusan Keperawatan Internasional, Mesha Mahendra memberikan pendapatnya terkait kebijakan ini. Menurutnya, langkah ini adalah langkah yang tepat untuk lebih mengenalkan layanan daring perpustakaan kepada mahasiswa.

Selama ini banyak mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan hanya untuk keperluan darurat, seperti mencari referensi tugas kuliah. Pihak perpustakaan seharusnya lebih gencar dalam penyebaran informasi terkait layanan daring ini.

“Kelengkapan dan layanan berbasis daring agar dapat dipersiapkan secara maksimal untuk menghindari rawannya terjadi gangguan dan lain sebagainya,” tuturnya, Kamis (7/5/2020).

Reporter         : Sarah Dwi Ardiningrum

Editor             : Naufal Abdurrahman Musa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here