KKN FIK UMS Tahun Ini Dilakukan dengan Metode Online

0
438

UMS, pabelan-online.com – Berdasarkan Surat Edaran Wakil Rektor I No. 197/A-2-VIII/BR/III/2020 tentang imbauan memaksimalkan perkuliahan dalam bentuk daring menggunakan Schoology atau lainnya setelah adanya pandemi, tahun ini kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) – Interprofessional Education (IPE) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dilaksanakan secara online.

Sebelum adanya pandemi ini, pelaksanaan KKN-IPE AIK sudah diatur dalam Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor: 159/II/2007 tentang Mata Kuliah (MK) Keterampilan Berkehidupan/Life Skill (yang mencantumkan adanya kegiatan KKN) dan SK Dekan Nomor 2566.1/II/F1K/IX/2017 tentang penetapan KKN-IPE AIK sebagai kegiatan wajib dan menjadi sebagian bentuk dari MK Life Skill.

Selaku Dekan FIK UMS, Mutalazimah mengungkapkan bahwa sosialisasi terkait hal tersebut sudah dilakukan sejak awal semester secara formal maupun informal, melalui berbagai media pada 28-29 Mei 2020 lalu tentang perubahan bentuk KKN-IPE AIK online dan hal tersebut sudah dilakukan sesuai timeline kegiatan.

Tahun ini KKN-IPE AIK diikuti oleh 568 mahasiswa yang dibentuk menjadi 50 kelompok dan sudah disusun sejak semester gasal lalu. Pelaksanaan kegiatan KKN-IPE AIK secara online ini dimulai pada 2 Juni-18 Juli 2020.

Mutalazimah juga mengatakan, bahwa interprofesi tetap dilakukan karena tujuan KKN-IPE AIK ini ialah sebagai community development (community empowerment, community education, dan community service) yang diterapkan secara interprofesi pada masyarakat dengan melibatkan Organisasi Otonom (ORTOM) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

“KKN di FIK bersifat khusus karena bukan hanya KKN saja, tapi namanya KKN-IPE AIK,” ujarnya ketika dihubungi via WhatsApp, Selasa (2/6/2020).

Sistem yang digunakan pada KKN online ini adalah pembuatan materi bidang kesehatan untuk community development dalam bentuk media, baik visual maupun audio visual. Penyebarluasan materi tersebut berbasis online di berbagai platform, seperti YouTube, WhatsApp hingga Instagram.

Baca Juga: Snowdrop

Untuk menunjang kegiatan tersebut, setiap mahasiswa akan mendapatkan dana pembelian kuota internet sebesar Rp.100.000.

Mutalazimah menjelaskan, apabila hasil karya telah final dan disetujui oleh pembimbing, maka baru bisa disebarluaskan kepada masyarakat lewat media online apapun, termasuk kepada ORTOM dan AUM.

Menurutnya, yang menjadi kelebihan dalam pelaksanaan KKN-IPE AIK online ini adalah hasil karya media edukasi ini akan lebih banyak tersebar dan bisa diakses oleh berbagai kalangan dan berpeluang diajukan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Ia berpendapat, bahwa KKN-IPE AIK sebagai bagian dari MK Life Skill harus tetap berjalan, terutama edukasi tentang kolaborasi interprofesi, yang juga menjadi syarat untuk sebuah institusi pendidikan kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).

Mahasiswa tetap bisa dilatih untuk pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi di bidang kesehatan yang saat ini harus berbasis media online dan dilakukan secara kolaboratif.

Mutalazimah berharap, kombinasi ketiga kata kunci tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensinya masing-masing dan menambah kesiapan hidup di masyarakat dengan penyesuaian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Dihubungi oleh tim Pabelan Online, Aneta Jihan Aunnillah selaku mahasiwa FIK Prodi Fisieoterapi mengatakan, bahwa KKN secara online ini membuat dirinya banyak kehilangan kesempatan untuk terjun ke lapangan. Namun, karena adanya pandemi ini maka siap atau tidak siap, kegiatan harus dilakukan secara online.

Aneta mengungkapkan, bahwa pihak fakultas sudah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan ini dengan kebijakan yang bagus. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini menjadikan mahasiswa lebih paham perihal teknologi karena sosialisasi yang dilakukan secara online.

Ia juga menuturkan kehawatirannya, yakni mengenai sinyal internet tiap mahasiswa dan dikhawatirkan pula materi yang disampaikan ke masyarakat tidak dipraktikkan.

Di akhir wawancara, Aneta berharap bahwa tiap lini (dosen dan mahasiswa –red) harus bisa saling berkoordinasi meskipun dengan keterbatasan yang ada. “Semoga KKN online dilancarkan dan dimudahkan, serta materi yang disampaikan dapat dipraktikkan oleh masyarakat,” harapnya via WhatsApp, Selasa (2/6/2020).

Reporter         : Novali Panji Nugroho

Editor             : Rifqah