Tuntut Keadilan Kampus, Aliansi Mahasiswa UMS Lakukan Seruan Aksi Kamisan di UMS

0
220

UMS, pabelan-online.com – Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan Seruan Aksi #KAMISANDIUMS di depan Gedung Siti Walidah, pada hari Kamis 2 Juli lalu. Seruan aksi ini bertujuan untuk memprotes ketidakadilan kebijakan kampus dan hasil audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS.

Mengutip dari press release aksi aliansi mahasiswa, terdapat enam tuntutan yang diajukan, antara lain menuntut UMS membuka transparasi alokasi dana perkuliahan selama pandemi, menuntut UMS memberi potongan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau Sistem Kredit Semester (SKS) dalam presentase bukan nominal secara adil dan merata pada semester gasal 2020-2021, menuntut UMS untuk mengadakan dialog terbuka dengan aliansi mahasiswa, menuntut UMS agar mempermudah regulasi pengajuan permohonan keringanan SPP, menuntut dibebaskan dan dikembalikannya uang wisuda selama pandemi, dan yang terakhir menuntut dibubarkannya BEM dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UMS.

Salah satu mahasiswa aksi yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, bahwa aksi ini adalah bentuk dari keresahan mahasiswa UMS yang sudah didiskusikan bersama, lalu dikonsolidasi, kemudian terjadi aksi ini.

Alasan adanya aksi tersebut karena aliansi dari BEM dan DPM yang gagal setelah melakukan audiensi, tidak ada gerakan apapun untuk menindak lanjuti aliansi dan menurutnya, dari pihak kampus juga tidak ada kebijakan apapun untuk membantu mahasiswa yang terdampak pandemi.

Ia juga mengungkapkan, BEM dan DPM sebagai perwakilan mahasiswa tidak berfungsi, mereka tidak bekerja sesuai dengan tupoksinya, justru mereka malah seperti biro kampus yang ada dilingkup mahasiswa karena tidak ada hasil apapun dari audiensi.

Apabila BEM dan DPM dibubarkan, maka mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada rektorat, sehingga rektorat tahu apa yang dikeluhkan mahasiswa. “Statement ini bisa kami pertanggungjawabkan secara aliansi, karena kami juga resah dengan BEM dan DPM di UMS yang tidak ada kontribusi terhadap kepentingan mahasiswa,” ungkapnya, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Kajian Online: Menjadi Mahasiswa Gaul yang Sukses di Dunia dan Akhirat

Menanggapi adanya aksi aliansi mahasiswa tersebut, Danang Maulana selaku Presiden BEM UMS mengungkapkan, bahwa tidak ada yang salah apabila ingin menyampaikan pendapat karena dalam tradisi intelektual, perbedaan pendapat adalah sesuatu yang lumrah. “Aksi bagian dari menyatakan pendapat, bagi saya tidak ada yang salah,” ungkapnya, Jumat (3/7/2020).

Ia juga mengungkapkan, bahwa aspirasi mahasiswa telah disampaikan kepada rektorat melalui audiensi. Untuk tindak lanjut hasil audiensi, sekarang ini BEM-U dan DPM-F masih berupaya untuk mendata mahasiswa yang ekonominya terdampak karena pandemi.

Mengenai tuntutan aliansi mahasiswa yang menuntut BEM dan DPM dibubarkan, Danang mengatakan jika ia tidak setuju dengan hal tersebut, karena proses pembelajaran politik mahasiswa ditingkat kampus masih relevan, meskipun perlu banyak kritik dan masukan.

“Kalau mau dibubarkan, coba kasih tawaran ide dan konsep pengganti lembaga eksekutif dan legislatif,” tambahnya.

Reporter         : Widia Arum Pratiwi

Editor             : Rifqah