Bad Genius: Ketika Pendidikan Dijadikan Ladang Mencari Cuan

0
344

Identitas Film              :

Judul                           :

  • Original : Chalard Games Goeng
  • Internasional : Bad Genius

Negara                         : Thailand

Sutradara                     : Nattawut Poonpiriya

Durasi                          : 2 Jam 10 Menit

Dirilis  Publik                : 3 Mei 2017 (Thailand)

23 Agustus 2017 (Indonesia)

Pemain                        :

  • Chuttimon Chuengcharoensuking sebagai Lynn
  • Chanon Santinatornkul sebagai Bank
  • Teeradon Supapunpinyo sebagai Pat
  • Eisaya Hosuwan sebagai Grace
  • Thaneth Warakulnukroh sebagai Ayah Lynn
  • Sarinrat Thomas sebagai Kepala Sekolah

Bad Genius, salah satu film asal negeri gajah putih yang kembali ramai diperbincangkan ini menjadi salah satu tontonan menarik yang sangat layak dijadikan pembunuh waktu dikala jenuh saat pandemi. Terinspirasi dari peristiwa nyata kecurangan tes SAT di China, Bad Genius mampu membawa kita duduk tegang sambil sesekali mencengkeram tangan maupun benda di sekitar.

Menceritakan Lynn, si jenius dengan kemampuan akademis yang seakan tanpa celah menjadikan Lynn bisa dengan mudah masuk ke salah satu sekolah prestisius dengan beasiswa. Salah satu teman yang pertama Lynn temui adalah Grace, seorang siswi yang jenius dalam bersosialisasi, tetapi sangat buruk dalam akademisnya.

Dengan alasan ingin membantu Grace agar bisa berpartisipasi dalam drama sekolah, bak siswa yang menjunjung tinggi kesetiakawanan, Lynn memberikan contekan jawabannya secara cuma-cuma kepada Grace.

Kejadian singkat nan menegangkan tersebut akhirnya berbuntut panjang, Grace memperkenalkan Lynn dengan Pat, kekasihnya yang merupakan siswa kaya dan mampu membayar mahal untuk sebuah jawaban. Tak sendirian, Pat turut serta membawa kawan-kawannya yang menjadikan mereka seperti kelompok curang yang terorganisir, dengan Lynn sebagai pemimpinnya.

Mengaburkan tujuan awal, yaitu kesetiakawanan menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Terus berlanjut hingga puncaknya terjadi pada Tes STIC, sebuah kecurangan yang sangat terstruktur, sistematis, dan melibatkan masa yang jauh lebih besar. Mengikutsertakan Bank, siswa jenius lain yang terpaksa mengikuti bisnis haram tersebut akibat terhimpit keadaan.

Kegiatan menyontek mungkin merupakan hal yang cukup biasa terjadi di kalangan siswa. Namun, Nattawut Poonpiriya yang duduk di kursi sutradara, dengan ciamik mampu menyulap peristiwa tersebut menjadi hal yang menarik untuk disaksikan, diiringi backsound yang mendukung ketegangan jalannya film. Berkedok les piano, karakter Lynn mampu menjadikan kegiatan menyontek sebagai hal yang revolusioner dan mampu melibatkan sekelompok siswa yang dalam film ini disebut sebagai klien.

Rasanya saya dibuat bingung, karakter dalam film ini seperti disajikan abu-abu, sekat antara perbuatan baik atau buruk seakan dibuat kabur. Sadar bahwa perbuatan Lynn dan kawan-kawannya adalah perbuatan yang tidak benar.

Namun, di sisi lain dijelaskan pula dengan gamblang mengapa mereka semua melakukan hal itu, seperti Lynn yang kecewa dengan system sekolah berkedok “uang teh” yang menurutnya telah memeras para siswa, dengan kata-kata menohok Lynn, “Jika kita tak berbuat curang, maka kehidupanlah yang akan menyurangi kita,”.

Bank yang memiliki kisah hidup sedih, di mana realitas yang tak adil selalu menghampirinya. Dengan tatapannya yang sendu, seakan rasanya ingin memaafkan apa saja yang dilakukan Bank. Grace, yang digambarkan sebagai gadis baik-baik nan polos seakan tidak memiliki pilihan lain. Menjadikan abiguisitas moral menjadi hal yang kental terasa.

Pelan namun cukup menohok, seakan memberikan tamparan besar dalam dunia pendidikan. Film Bad Genius dengan jeniusnya menyindir sekolah dan sistemnya yang digambarkan sangat tegas dalam menangani berbagai kecurangan. Namun, di sisi lain para pendidik itu sendiri yang melakukan kecurangan lebih besar. Sekolah yang seharusnya memiliki tujuan mencerdasakan para siswanya malah disalahgunakan dan dijadikan sebagai ladang bisnis.

Akting para pemain juga tak kala hebat. Pemain utama, yaitu Chuttimon Chuengcharoensuking; pemeran karakter Lynn, dengan tutur kata bahkan gestur yang sangat meyakinkan bahwa ia memanglah jenius, tak heran jika Chuttimon mampu menyabet penghargaan aktris terbaik dalam penghargaan Asosiasi Film Nasional Thailand tahun 2017.

Akhirnya, film Bad Genius bisa dijadikan tontonan menarik nan menghibur, selain itu juga dapat dijadikan sebagai bahan renungan, seperti apa sebenarnya pendidikan yang ideal itu? Sudahkan kita berada dalam situasi pendidikan yang ideal? Bagaimana sebenarnya pandangan para siswa mengenai ujian? Bagaimana para siswa menanggapi sebuah nilai?.

Penulis            : Ani Sariski

Mahasiswa Aktif Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

 

Editor              : Rifqah