Sistem Pembelajaran Baru, Prodi Fisioterapi UMS Adakan Sosialisasi Secara Daring

0
92

UMS, pabelan-online.com – Program Studi (Prodi) Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) adakan sosialisasi dan diskusi secara online dalam menyambut tahun ajaran baru, serta perkenalan sistem pembelajaran baru; Open Learning. Acara tersebut diadakan via Google Meet.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin maju, memaksa dunia pendidikan agar bisa memperoleh alternatif sumber belajar yang dapat digunakan untuk mendukung peningkatan mutu dan variasi pembelajaran.

Open Learning atau yang sering disebut dengan pembelajaran terbuka merupakan sebuah konsep pembelajaran yang memberikan kemerdekaan kepada siapapun untuk belajar, tanpa terbatas pada ruang dan waktu. Ketersediaan Open Learning ini membuat mahasisiwa dapat dengan leluasa menentukan Mata Kuliah (MK) yang ingin dipelajarinya.

Untuk memperkenalkan sistem pembelajaran baru; Open Learning kepada mahasiswa, Prodi Fisioterapi UMS mengadakan sosialisasi dan diskusi secara online, dengan menghadirkan Ketua Prodi (Kaprodi) Fisioterapi sebagai pembicara, yakni Isnaini Herawati. Acara diskusi daring tersebut diikuti kurang lebih 250 peserta.

Baca Juga: HMP PGSD UMS Sambut Mahasiswa Baru Lewat Grand Opening dan Dies Natalis

Ketika diskusi berlangsung, Isnaini menuturkan beberapa permasalahan mahasiswa Prodi Fisioterapi mengenai sistem pembelajaran yang baru.  Ia mengatakan, bahwa banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan aktivasi akun Single Sign On (SSO).

Kesulitan aktivasi tersebut telah mengakibatkan banyak mahasiswa belum bisa mengakses akun Open Learning, padahal perkuliahan sudah mulai aktif kembali.

Selain aktivasi, banyak juga mahasiswa yang belum mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan universitas, beberapa pokok penilaian pada mata kuliah Life Skill, dan permasalahan seputar skripsi.

Mengenai sistem perkuliahan, Isnaini juga menegaskan bahwa UMS belum memperbolehkan diadakannya kuliah secara luring atau offline pada semester ini, jadi masih tetap kuliah secara daring semua. “Tapi nantinya setiap bulan akan diadakan evaluasi apabila sewaktu-waktu memungkinkan untuk luring, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya, Selasa (8/9/2020).

Dihubungi via WhatsApp, salah satu mahasiswi Prodi Fisioterapi, Hilya Alifiah Hisanah mengungkapkan keluh kesahnya terkait pergantian sistem pembelajaran yang dinilai tidak terencana dengan matang tersebut, sehingga terjadi banyak kendala.

Ia berharap agar pihak universitas bisa mengadakan sosialisasi jauh-jauh hari, sebelum masa perkuliahan dimulai. “Karena sosialisasi yang diadakan tersebut belum cukup jelas bagi para mahasiswa,” ungkapnya, Rabu (9/9/2020).

Reporter         : Gardena Dika Muharomi

Editor             : Mulyani Adi Astutiatmja