Bahaya Penggunaan Plastik, Pemerintah Berencana Terapkan Cukai Plastik di Indonesia

0
146

UMS, pabelan-online.com – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jurusan Kepabeanan dan Cukai menggelar web seminar (webinar) via Zoom pada Selasa, 15 September 2020. Dengan mengusung tema yang bertajuk “Cukai Plastik, Peduli Lingkungan”.

Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara pengguna sampah plastik terbanyak di dunia. Dengan masih banyaknya pemakaian plastik di Indonesia, tentu saja akan menyebabkan pencemaran lingkungan, karena sifat plastik yang sukar terurai.

Permasalahan itu pada akhirnya memunculkan gagasan, bahwa plastik akan dikenakan cukai di Indonesia. Ivan Yulianto, selaku dosen Jurusan Kepabeanan dan Cukai sekaligus pembicara webinar membahas hal tersebut lebih dalam lagi. Ia mengatakan, sebenarnya saat ini moral penggunaan plastik di Indonesia sudah bergerak, seperti menggantinya dengan material yang lain.

Namun, menurutnya inisiasi tersebut belum berdampak banyak terhadap pengurangan pemakaian plastik. Ia menambahkan, bahwa kebijakan yang tengah diusung untuk mengurangi penggunaan plastik ialah dengan mengenakan cukai plastik di Indonesia.

Ivan mengungkapkan, bahwa pada dasarnya membayar cukai adalah sama dengan membayar dampak yang telah seseorang lakukan. Pemberlakuan cukai di Indonesia masih terbilang sedikit dibanding negara-negara lain. Padahal menurut Ivan, konsep cukai yang sebenarnya bukanlah membatasi barang tertentu, melainkan sebagai pengendalian konsumsi dan pembebanan demi keadilan dan keseimbangan.

Baca JugaMahasiswa Alami Kendala Aktivasi SSO, Kepala IT: Sosialisasi Sudah Efektif

Lebih lanjut lagi, ia mengatakan bahwa setidaknya ada empat upaya yang perlu dilakukan guna mendorong kebijakan cukai plastik, seperti edukasi masyarakat, mendorong bahan baku non plastik, menggerakan semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah, serta membuat harga plastik menjadi lebih ekonomis.

“Kita tidak bisa melarang orang untuk tidak menggunakan plastik, tapi kita bisa membatasi penggunaannya dengan mengenakan cukai pada plastik,” tuturnya kepada peserta webinar, Selasa (15/9/2020).

Dihubungi via WhatsApp, Bagas Nur Rohman, salah satu peserta webinar dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menanggapi acara yang telah berlangsung tersebut. Ia mengatakan, bahwa dengan adanya webinar ini dapat memberikan pengertian kepada masyarakat tentang rencana penerapan cukai plastik oleh pemerintah.

Selain itu, ia juga memuji pembicara webinar tersebut, karena sudah memberikan materinya dengan sangat baik. Di akhir wawancaranya, Bagas berharap agar pengenaan cukai plastik di Indonesia dapat segera dilaksanakan dengan maksimal, supaya produksi sampah plastik dapat ditekan.

“Saya juga berharap, dengan adanya penerimaan negara dari cukai plastik dapat dilakukan pembangunan fasilitas-fasilitas pengolahan sampah plastik yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya, Selasa (15/9/2020).

Reporter         : Novali Panji Nugroho

Editor             : Rifqah