Bicara Soal Kesehatan Mental dan Cara Mengatasinya

0
137

UMS, pabelan-online.com – Moslem Dental Student Community (Modesco) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kajian kemuslimahan secara daring dengan mengusung tema “Mental Health : An Islamic Perspective, pada Sabtu, 17 Oktober 2020. Kajian kemuslimahan tersebut membahas mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.

Triana Rahmawati selaku pembicara dalam kajian kemuslimahan tersebut menuturkan,  bahwa salah satu bentuk dari mental health adalah over thinking. Karena saat terlalu over thinking, maka dapat menyebabkan tekanan pada diri sendiri.

Mental health bukanlah suatu penyakit biasa yang mudah untuk diobati, melainkan penyakit yang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam penyembuhannya. Selain itu dalam proses penyambuhannya sangat membutuhkan semangat dari orang lain.

Semua orang punya jiwa berisiko mengalami mental health,  Triyana memberikan saran sederhana, seperti menjaga mental health diri sendiri, agar orang lain tidak terkena mental health juga. Namun, hal tersebut memang agak susah karena kebanyakan orang tidak bisa merasakan apa yang orang lain rasakan.

Ia juga mengungkapkan bahwa kesehatan mental itu berjenjang. Ada yang bisa diatasi oleh diri sendiri, bercerita dengan orang lain, dan bahkan ada yang membutuhkan bantuan psikolog.

“Ketika hari ini merasa tertekan, coba cari lingkungan di sekitar kita yang mau menerima kekurangan yang kita miliki. Dalam kondisi terburuk sekalipun harus berkomunikasi, untuk memberitahu orang sekitar bahwa kita sedang membutuhkan bantuan,” tuturnya, Sabtu (17/10/2020).

Baca Juga: Penanaman Pohon Sebagai Wujud Perayaan Milad UMS Ke-62

Di akhir diskusi, Triana menambahkan bahwa kunci terpenting dalam mengatasi mental health adalah komunikasi, persistensi (aspek mental –red), dan start with why (aspek personal –red). Hal-hal yang harus digaris bawahi dalam hidup adalah jiwa dalam diri sebagai supporting utama dan bantuan dari orang lain.

“Cara-cara menyelesaikan masalah, pertama life balance, kemudian kita harus istirahat, harus punya pola hidup sehat, dan terakhir libatkan Allah dalam setiap hal,” tutupnya, Sabtu (17/10/2020).

Indah Mayasari, salah satu peserta kajian mengatakan bahwa alasannya mengikuti seminar tersebut karena tema yang diangkat cukup menarik. Tema tentang mental health tersebut sangat jarang dibahas pada seminar-seminar, sehingga menimbulkan rasa ingin tahu yang besar.

Menurutnya, dengan membahas mengenai mental health menjadikan seseorang lebih mengetahui tentang dirinya sendiri dan tahu apa yang harus dilakukan ketika sedang ada masalah. “Semoga ke depannya selalu mengadakan kegiatan seminar lainnya dengan tema-tema yang lebih menarik lagi,” harapnya, Minggu (18/10/2020).

Reporter         : Mg_Andreina dan Mg_Jannah

Editor             : Sarah Dwi Ardiningrum