Minimalisasi Kecurangan E-UTS, Dosen Disarankan Buat Soal Analisis

0
255

UMS, pabelan-online.com – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan mengadakan Ujian Tengah  Semester (UTS) secara daring pada tanggal 9 sampai 21 November 2020. E-UTS dilakukan karena pertimbangan situasi terkait pencegahan penyebaran virus Covid-19 dan pelaksanaan kalender akademik 2020/2021.

Muhammad Dai, Wakil Rektor (WR) I mengungkapkan bahwa kendala yang sering dialami saat e-UTS adalah jaringan. Untuk mengantisipasi kendala jaringan tersebut, maka mahasiswa diberikan kesempatan pengerjaan ujian selama 24 jam.

Ia juga menyebutkan, bahwa UMS tidak menggunakan server lokal, tetapi menggunakan server dari provider Learning Management System (LSM) yaitu Schoology dan Open Learning, sehingga kemungkinan server down sangat kecil.

Pelaksanaan e-UTS terdapat risiko kecurangan dalam pengerjaan soal. Untuk meminimalkan kecurangan, dosen disarankan membuat variasi soal secara acak dan menekankan soal yang mengarah dengan kemampuan analisis, bukan bersifat hafalan atau bersifat kognitif.

“Soal lebih kepada analisis dan mengukur mahasiswa untuk berpikir pada level yang komprehensif atau lebih tinggi, termasuk kepada kemampuan sintesis dari berbagai gagasan dan pemikiran,” tuturnya, Jumat (30/10/2020).

Baca JugaKPUM dan Panwaslu UMS Terima Aduan Dugaan Pelanggaran Pemilwa 2020

Mochammad Rayhan Rizki Romadhon, Ketua Angkatan 2019 Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris beranggapan bahwa e-UTS ini sangat tidak efektif, karena kemungkinan besar, banyak mahasiswa yang akan mengerjakan tes dengan searching, sehingga dosen tidak tahu sudah sampai mana pencapaian pemahaman mahasiswa terkait materi yang diujikan.

Untuk kendala teknis yang kemungkinan besar muncul adalah file soal yang tidak dapat dibuka. Hal ini dapat terjadi karena banyaknya mahasiswa yang mengakses server dalam waktu yang bersamaan. Diharapkan dosen dapat memastikan para mahasiswanya bisa mengakses soal dengan lancar dan apabila ada kendala, teknisi diharapkan untuk segera membenahi server agar mahasiswa tidak panik.

“Harapannya, semoga kendala-kendala teknis yang sering terjadi dapat diminimalisir dan sistem untuk pengerjaan soalnya dibuat agar mahasiswa bisa benar-benar menerapkan kejujuran. Misalnya dikerjakan dengan live google meet sehingga dosen dapat mengawasi,” ujarnya, Kamis (29/10/2020).

Ia juga menambahkan, jika saja pelaksanaan UTS dilakukan secara luring, protokol kesehatan yang dapat dilakukan adalah penempatan duduk yang dibuat berjarak dan pergiliran waktu untuk mengerjakan tes.

Reporter         : Dina Suci Ramadhani, Kenia Eksidewi, dan Nur Rohmah W

Editor             : Rio Novianto