Luxy: Kenali Potensi Diri

0
109

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah mengukir prestasi dengan menjadi salah satu mahasiswa yang berhasil lolos untuk melakukan serangkaian program student exchange yang diselenggarakan oleh YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative Program). Mahasiswi tersebut bernama Luxy Nabela Farez, ia adalah mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS yang kini menginjak semester akhir.

Luxy Nabela Farez atau Luxy, sapaan akrabnya lahir pada 17 Mei 1996 di Sragen, Jawa Tengah. Mengawali jenjang pendidikannya pada tahun 2014 sebagai mahasiswi UMS Prodi Ilmu Komunikasi. Sejak dari semester satu, Luxy aktif dalam berorganisasi dan fokus pada peningkatan skill yang ia miliki. Bahkan Luxy berhasil mempertahankan nilai Indeks Prestasi Semester (IPS) dengan rata-rata nilai mencapai skor tiga sepanjang masa studinya.

Luxy memulai langkahnya dalam aktif berorganisasi dengan mengikuti beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan beberapa kali mengikuti kegiatan sosial lainnya. Pada awal kuliah, dirinya mulai bergabung dengan International Student Organization (ISO) UMS sebagai anggota dan juga bergabung menjadi anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UMS, serta beberapa organisasi lain yang membantu Luxy mengembangkan diri dan mengasah soft skill yang dimilikinya.

Namun, tak dapat dimungkiri bahwa semua hal yang dicapai oleh Luxy tentu bukan tanpa halangan. Luxy sempat terpaksa untuk rehat dalam masa studi kuliahnya, permasalahan finansial menjadi titik di mana ia harus bangkit dan melanjutkan perjuangan yang telah ia rintis. Di sela-sela cuti kuliah tersebut, Luxy tak ingin diam tanpa berbuat apapun. Ia justru memaksimalkan masa rehatnya ini untuk bergabung dan aktif dalam UKM lain serta mulai mencari alternatif dengan mengikuti beberapa lomba untuk memperbaiki masalah finansialnya kala itu.

Bagi Luxy, masalah yang menimpanya bukanlah batu sandungan untuk dirinya mengembangkan diri lebih baik lagi. “Aku terus improve kemampuan di organisasi, bangun jaringan sampai kayak sekarang,” ungkap Luxy.

Baca JugaRaih Penghargaan Muri, Jangan Lupa Diri

Selain berfokus pada kegiatan UKM di lingkungan sekitar UMS, Luxy juga memulai memperluas jangkauan untuk aktif dalam bidang pergerakan wanita. Ia mulai mengikuti beberapa komunitas dan bahkan membentuk komunitasnya sendiri. Dari serangkaian komunitas yang ia ikuti, akhirnya membawa Luxy kepada langkahnya untuk membangun komunitasnya sendiri.

Ia memang menggemari aktivitas dalam bidang pergerakan wanita hingga memutuskan untuk membangun Pusat Kajian Perempuan Solo (Pukaps). Pukaps mulai didirikan pada tahun 2017 silam yang bertepatan dengan peringatan kematian tokoh pergerakan HAM, Marsinah. Pukaps saat ini memiliki delapan orang pegiat inti, salah satunya Luxy sebagai pendirinya. Hingga kini, Pukaps masih tetap beroperasi secara aktif.

Hal tersebut ia lakukan karena dirinya merasa bahwa skill yang ia gemari dan potensi yang baik untuk dikembangkan dalam dirinya adalah dalam bidang kajian. Luxy mengatakan, jika kita tidak hanya cukup memiliki banyak skill. Ia beranggapan bahwa sekarang perusahaan tidak hanya melihat banyaknya skill yang dimiliki, melainkan juga melihat skill apa yang benar-benar kita kuasai dan kita fokuskan.

Karena menurutnya, penting dalam dunia pekerjaan pelamar mengetahui skill yang sangat ia kuasai. Itulah pentingnya proses mengenali bakat dalam diri individu.

Selain itu, Luxy juga membagikan kunci untuk mendapatkan kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar seperti dirinya, yakni dengan tidak malas untuk mencari info perihal beasiswa dan program pertukaran pelajar di manapun. Jangan takut untuk mencoba dan jangan takut untuk gagal. Seperti sosok Luxy yang tetap tidak menyerah walaupun mengalami belasan kali kegagalan dalam meraih mimpinya untuk mengikuti program pertukaran pelajar.

Sebagai penutup, Luxy mengungkapkan bahwa dengan mulai mencoba dari sekarang meskipun jika hasilnya gagal, seseorang akan mengetahui penyebab kegagalan dan kembali bangkit lagi hingga mampu meraih apa yang diinginkan. “Orang yang pintar tapi tidak pernah mencoba akan kalah dengan orang yang selalu ingin mencoba, gagal, dan belajar dari kesalahan,” ungkap Luxy.

Reporter         : Aprilia Aryani Dewi K

Editor             : M. Sukma Aji