HomeArticles Posted by pabelan (Page 160)

Author: pabelan

Oleh: Faizal Adi Surya Dalam ketentuan Umum Peraturan Presiden No.1/PNPS/1965 menyatakan Sebagai dasar pertama, Ke-Tuhanan Yang Maha Esa bukan saja meletakkan dasar moral diatas Negara dan Pemerintah, tetapi juga memastikan adanya kesatuan Nasional yang berasas keagamaan. Pengakuan sila pertama (Ke-Tuhanan Yang Maha Esa) tidak dapat dipisah-pisahkan

Oleh: Nur Rizqi Febriandika “Sia-sia” itulah kata yang tepat menggambarkan ekspresi kekecewaan rakyat terhadap pemerintah. Baik kalangan mahasiswa, buruh, tukang ojek, tukang somai dan segenap rakyat yang notabenenya kalangan menengah ke bawah bersatu padu dalam satu perjuangan. Yakni menolak kenaikan harga BBM. Namun apa

Oleh: Faizal Adi Surya Anda menegenal Atheisme? Atau anda adalah bagian dari atheism? Lalu apa sebenarnya atheism itu. Atheisme secara umum adalah paham yang tidak percaya adanya tuhan,secara luas atheis juga bisa dikatakan sebuah paham yang mengutamakan kebendaan atau materiil yaitu suatu objek yang hanya bisa

Reporter: Dini Arfiani UMS, Pabelan-online.com -- Lagi, Unit Seni dan Film kembali menggelar perhelatan seni istimewa. Acara yang mengusung konsep pentas tari kontemporer dengan megusung tema TIGA, Berjalan, Jatuh, dan Berlari.Pentas itu di selenggarakan di Hall C FKIP UMS pada Sabtu malam (22/6) pukul 19.00 hingga

Sebuah pertanyaan mengapung, apa bedanya partai politik kampus dengan partai nasional sekarang ini. Ia hanya tampi saat ada Event saja, seperti pemilwa misalnya. Partai politik kampus sekarang layaknya EO hanya bekerja saat ada event saja. Sepanjang kegiatanya berlangsung, jarang ada kegiatan kegiatan dari politik kampus

Ada sebuah pepatah lama mengatakan,”Jangan sekali kali tabu pada revolusi”. Revolusi haruslah ditekankan dan diagendakan. Seorang Goenawan Muhammad mengatakan,”Revolusi bagai durian montong, ia harus dipesan dari jauh jauh hari”. Artinya revolusi harus benar bnear dipersiapkan secara matang dan tersistematis. Mahasiswa adalah salah satu subjek revolusi,

Kembali ke masalah politik, disinilah pusaran korupsi itu berkutat. Apa sebab korupsi begitu mengguritanya di parpol, jawabanya parpol tidak punya ideologi lagi. Parpol tidak punya ideologi yang murni untuk diperjuangkan, yang diperjuangkan tentunya adalah kepentingan pribadi partai tersebut, apalagi kalau bukan kekuasaan. Sekarang banyak mereka

Akhir-akhir ini kita diprihatinkan dengan kondisi perpolitikan di Indonesia. Satu per satu tokoh elit politik tersandung masalah korupsi. Meski dalam tema ini, beliau adaah baru menjabat sebagai tersangka, dan perbuatanya belum terbukti memenuhi delik untuk dapat dipidana, namun stigma masyarakat sudah kadung sinis pada dunia