UMS, PABELAN-ONLINE.com – Suasana griya mahasiswa tampak masih diramaikan dengan aktivitas mahasiswa, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 02.00. Saat ini memang ada yang istimewa dimana puncak pesta demokrasi berbuah hasil dengan pemilihan capres-cawapres serta calon yang akan mewakili mahasiswa di legislatif.
Beberapa orang sepertinya tidak mau melewatkan hal ini, terutama dari tim sukses partai dan capres-cawapres maupun simpatisannya. Mereka rela menunggu sampai mendekati waktu subuh hanya untuk mengawal jalannya pemilwa. “Saya coba berada disini nunggu samapi perhitungan selesai,” ujar Muamar Khadafi, tim sukses calon independen.
Sementara itu beberapa mahasiswa menurut pantauan pabelan-online.com ada juga yang mengisi waktu luangnya dengan main kartu, bahkan disekitar griya disulap menjadi tempat tidur dadakan. Itu terlihat dari beberapa tim sukses yang membawa tikar disekitar area perhitungan surat suara.
Beberapa mahasiswa yang main kartu ini juga tampaknya hanya berusaha mengusir kantu sembari main kartu. Karena memang waktu yang dibutuhkan untuk perhitungan tersebut cukup lama. Obrolan merekapun tak jauh dari masalah pemilwa terkait siapa yang akan menang dan melanjutkan kepemimpinan pemerintahan mahasiswa kedepan.
Salah satu sumber pabelan-online.com mengatakan bahwa dirinya tidak mau sampai ada kecurangan terjadi pada perhitungan kali ini, karena menurutnya demokrasi yang ada di kampus merupakan proyeksi kinerja nanti dimasa depan. “Ini momen yang tidak boleh terlewatkan, inilah demokrasi,” tegasnya. Walaupun dengan fasilitas seadanya dengan alas tikar dirinya mengaku iklas. “Saya asal pimpinannya bias mengemban amanat mahasiswa,” tandasnya.
Petugas KPUMpun disini terlihat sudah terlalu lelah untuk membacakan ribuan surat suara. Sehingga sering terdengar salah hitung. Tapi itulah resiko yang harus dijalani untuk membuat semua berjalan mengingat kursi di BEM dan DPM U sudah melebihi ambang batas. (S.S. Sariningsih)








Leave a Reply