Hari Terakhir PPA FKI Ricuh
Pabelan-online.com-Hari terakhir PPA di FKI, Minggu (8/8) berakhir ricuh setelah Wakil Dekan III (WD III), Sujalwo memulangkan para Mahasiswa Baru (Maru). Padahal acara inagurasi dan saling memaafkan antara maru dengan panitia PPA belum selesai.
Kejadian itu berawal ketika ulah panitia PPA yang membentak tiga maru yang berulang tahun pada bulan Agustus ini. bentakan yang dimaksudkan untuk membuat surprise tersebut secara tidak sengaja disaksikan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Rinasari Kusuma.
Sontak kejadian itu mendorong Rinasari untuk merekam dengan kamera ponselnya. Rinasari berharap dengan merekamnya, bentakan indis kepada maru segera dihentikan. Namun bahasa non verbal Kajur Ilmu Komunikasi terebut tidak dipahami oleh mereka. Semakin lama Rinasari semakin mendekat sambil terus merekam, namun tetap saja tidak membuat panitia indis PPA mengerti. Bahkan Rinasari sampai memutari mereka dan meng close up salah satu wajah panitia.
Kemudian Rinasari bertanya kepada salah satu panitia dan ternyata tidak tahu siapa yang punya ide tersebut. Namun ketika Rinasari bertanya kepada salah satu indisipliner, Ia malah dibentak dihadapan maru. Hal inilah yang membuat Rinasari merasa sama sekali tidak dihormati sebagai Kajur Ilmu Komunikasi. Setelah kejadian itu maru diarahkan untuk masuk ke ruang kelas mereka.
“Ketika saya merekam kejadian itu, mereka tetap membentak-bentak tiga maru,” terang Rinasari kepada pabelan-online.com. “Kekerasan tidak hanya berupa fisik namun juga bisa berupa kekerasan verbal yang akibatnya bisa lebih berbahaya,” tambahnya Senin (9/8).
Sementara itu, salah satu panitia yang enggan untuk disebutkan namanya menyatakan penyesalannya atas bentakan yang dialami Rina. “Saat itu saya capek dan mudah emosi,” ungkapnya. Dia juga mengaku salah dan meminta maaf atas kejadian tidak mengenakkan tersebut.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Rina menjelasskan bahwa secara pribadi tidak ada masalah. “Sebagai sesama manusia sudah saya memaafkan,” jelas Rina. Tetapi ia menjelaskan bahwa sebagi kajur dia belum bisa mengambil keputusan tentang kasus ini.
Wakil Dekan II, Dian Purworini setelah kejadian itu segera menghimbau agar kegiatan PPA segera dibubarkan. Namun, hal ini diacuhkan oleh panitia. Sehingga hal ini membuat WD III, Sujalwo turun tangan dengan memulangkan maru yang saat itu sedang berada di kelas. Hal inilah sempat membuat panitia kecewa karena tidak dibubarkannya upacara penutupan PPA. panitia menganggap kegiatan PPA ini seperti mengambang.
Sujalwo mengungkapkan bahwa masalah itu sudah selesai. “Masalah ini sudah diselesaikan dengan baik-baik,” tuturnya. Kedua belah pihak lanjut Suljalwo sudah melapangkan dada dan mengikhlaskan. (Shoqib)
Short URL: http://pabelan-online.com/?p=1492












hal ini perlu utk di evaluasi kedepanya agar tdk ada miss comm. diantara panitia PPA dan pimpinan(jajaran pimpinan FKI) agar hal serupa tdk terjadi lagi. panitia perlu menjelaskan kpd pimpinan ttg apa yg akan di jalankan. menurut saya pribadi, dalam hal ini tdk ada yg perlu disalahkan karena pimpinan yg seharusnya tau jadwal atau agenda malah justru tdk tau perencanaan PPA akan di jalankan spt apa. yg seharusnya surprise malah berujung permasalahan.
hem setiuju, ya semoga masalah ini cepat selesai saja, lebih baik memikirkan masa depan FKI
* ne comment buat Pemredna : hohohohoho…ayo semangat tingkatkan kuantitas terbitnya supaya terkenal… uptodate ama berita n isu-isu baru buat kampus.. jooos lah pokoke
ini sarana terbaik untuk menguruskan badanmu itu red…. hahahha…
hidup pak jalwo “lhoh..???”
ckckckckc melu melu akh yaw mas johan hidup pak jalwo ckkckckckkkkkk jos tenan pak jalwo hahahahaha ?
semua nya cuma salah paham saja, bagus kalau semua bisa legowo……………….
mantap pimrednya