Kisah Seorang Teroris Tunggal Bagian 7

Rio Kutluk menggeleng. "Cerita ini sudah lama sekali, sebelum kita hidup di dunia. Waktu itu hanya ada tiga manusia. Cerita ini tentang seorang gadis yang...

Kisah Seorang Teroris Tunggal Bagian 1

Sudah dua purnama, sejak Rio Kutluk membunuh lima polisi dalam sekali bertindak. Tidak ada yang begitu meneliti sosok Rio Kutluk sebelum ini. Anggapan tentang...

Ein Worth (Cerpen Bagian 1)

Grunewald—sebuah area hijau yang terletak di barat kota Berlin, selalu menjadi objek favorit dalam lensa kameranya. Mengintip kecantikan sungai Spree yang teduh di balik...

Kisah Seorang Teroris Tunggal Bagian 4

Rio kutluk tak tahu apa-apa, yang ia tahu bahwa Ibunya telah dibunuh oleh setan berdarah yang keluar dari dalam perut Ibunya, dan sekarang Ayahnya...

Kisah Seorang Teroris Tunggal Bagian 3

Rio Kutluk memahami, pada siapa Ibunya berteriak. Teriakan itu sering terdengar pada saat Ibunya mengejar-ngejar kucing yang kerap mencuri makanan di dapur, "Kucing, bangsat!"...

Bingkai Malam

Malam, makin larut makin menawan Bak ruang sunyi dipenuhi hiasan Hiasan tak bersuara Namun bercahaya   Malam, mampu menerawang Ukiran bintang terbentang Serta sorotan sinar bulan   Iba kadang tiba Ketika angin menyapa Ketika dedaunan...

Kisah Seorang Teroris Tunggal Bagian 5

"Kenapa kau mempunyai benda itu?" tanya Rio Kutluk pada Hito Angkring. "Ini untuk jaga-jaga, bocah." "Dari apa?" "Dari Polisi, kau mau menggunakannya?" "Mengapa kau berjaga dari mereka? Tidak,...

Kisah Seorang Teroris Tunggal Bagian 9

Seperti yang telah ia ceritakan, ia memang hidup sendirian, kedua orangtuanya telah berpulang. Tapi hal lain yang kutemukan dari para tetangga adalah bahwa Rio...

Ada yang Tertinggal (Cerpen Bagian 7)

Namun ini adalah musim semi, dimana salju telah berakhir. Ya, bukan itu alasannya. Mengapa Eleza mengaitkan kardigannya untuk Kevin. Tapi semua itu hanya agar mereka...