Fisioterapis UMS Sempat Tangani Rio Haryanto

0
418

UMS, Pabelan-Online.com – Siapa sangka Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Suryo Saputra Perdana, sempat tangani Rio Haryanto yang kini membalap di level Formula One (F1). Berikut kisah Suryo saat ditugaskan menjadi fisioterapis Rio Haryanto saat di Grand Prix (GP) 2.

Seperti redaksi kutip dari akun Kompasiana Taufik Eko Susilo, pengalaman Suryo menjadi fisioterapis Rio pada tahun 2013 atau saat Rio masih menjadi pembalap di GP 2.   Sebelumnya atas intruksi tugas dari Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Solo. Ia mendampingi Rio sebagai fisioterapis dari seri pertama di Sepang Malaysia, Maret 2013, dan bergabung dengan AddxTeam.

Dalam akun Kompasiana berstatus terverifikasi tersebut, menurut Suryo dari regulasi balap F1 ada perbedaan dengan olahraga yang terlihat kiprah fisioterapisnya.  Seperti halnya bola basket, untuk peran dan fungsi fisioterapis pada dunia balap belum terlihat untuk masyarakat umum. Namun hal tersebutlah yang menjadikan Suryo tertantang untuk mengembangkan diri dan mempromosikan fisioterapi dalam olahraga balap seperti F1.

“Sebenarnya dalam dunia balap, tindakan Fisioterapis yang saya berikan lebih mengarah kepada wellnesss (kesehatan-red) dari Rio itu sendiri yang bersifat pra (sebelum-red) dan post (sesudah-red) bertanding, bagaimana Rio siap bertanding dan pengembalian gerak dan fungsi Rio menjadi seperti semula kembali,” ujarnya.

Pelajaran dari Profesionalitas Dunia Balap

Selama mendampingi Rio, Suryo tidak mengalami masalah yang berarti dalam tugasnya sebagai fisioterapis. Namun Suryo menemukan pelajaran yang sangat berarti saat melihat profesionalitas di dunia balap tersebut. Ia melihat bahwa tidak ada kontribusi tim yang dianggap biasa, semua berkerja sesuai tugas dan kewajiban masing-masing.

“Saya melihat sebuah profesionalitas, contohnya ketika saya melakukan treatmen (perawatan-red) kepada Rio tidak ada yang menganggap apa yang saya lakukan hanyalah sebuah tindakan biasa. Contoh lainnya ketika saya melihat team mekanik memperbaiki setelan mobil. Ketika itu team mekanik sedang bekerja keras sedangkan di sebelahnya ada team ban yang sedang beristirahat sambil meminum kopi. Mungkin kalau kita di sini melihat ada teman yang santai kita seolah tidak terima dan meminta teman yang santai tersebut untuk segera membantu. Tapi kenyataan di sana berbeda, team ban yang merasa telah melaksanakan tugasnya tidak membantu sama sekali dan team mekanik yang sedang bekerja tidak meminta tolong karena sadar akan tugas dan kewajiban masing-masing. Semua berjalan teratur dan professional,” ujarnya.

Tiga tahun setelah kisah Suryo tersebut, kini Rio telah mematangkan diri sebagai pembalap pertama Indonesia yang beradu di lintasan F1. Pemuda kelahiran Solo tersebut akan mencatatkan sejarah dari setiap lap (lintasan balap F1red) yang ia lewati. Rio akan menjalankan laga perdananya di Sirkuit Melbourne Australia, Minggu (20/3/2016).

 

Penulis: Reporter Verlandy Donny Fermansah

Editor: Sofi Filda

Sumber: Kompasiana