BAU Pungut Biaya Sewa Gedung

0
634

UMS, Pabelan-Online.com – Biro Administrasi Umum (BAU) terapkan kebijakan baru terkait tata kelola gedung pertemuan yaitu diberlakukannya biaya sewa untuk peminjaman ruang. Kebijakan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) BAU No. 560/BAU/A.6-VII/XI/2016 dan telah berlaku sejak Desember 2016.

Kepala Bagian Rumah Tangga BAU, Eko Liana, menjelaskan bahwa biaya sewa gedung pertemuan dibagi menjadi dua kategori. Pertama, jika penyelengara kegiatan tidak memungut biaya kepada peserta tetapi dalam persiapan melibatkan staf BAU maka, hanya dikenai biaya lembur persiapan, dan penyelesaian sebesar Rp.150.000-250.000.

Kedua, jika penyelengara kegiatan memungut biaya kepada peserta maka dikenai biaya lembur persiapan, dan penyelesaian sebesar 150-250 ribu rupiah serta ditambah biaya operasional perawatan gedung sebesar Rp.100.000-300.000 per jam. “Jam dihitung mengikuti durasi yang ada di formulir persetujuan pinjam tempat,” tutur Eko, Rabu, (8/3/2017).

Adapun gedung petemuan yang dikelola BAU meliputi Auditorium Moh. Djazman, Ruang Seminar Gedung G, Ruang Seminar Gedung J Barat, GOR, dan Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah. Pembayaran biaya gedung diserahkan kepada Kaur Bendahara Pembantu BAU. “Harus dibayar paling lambat H-1 hari kerja pada jam kerja,” tambah Eko.

Eko menambahkan bahwa gedung pertemuan diperuntukkan bagi unit-unit internal (universitas, fakultas, prodi, biro, lembaga, unit kegitan mahasiswa), unit-unit Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Organisasi Ortonomi (Ortom) Muhammadiyah, dan lembaga Muhammadiyah. Penggunaan gedung oleh AUM, Ortom, dan lembaga Muhammadiyah harus mendapatkan persetujuan Wakil Rektor (WR) IV. “Dari pihak luar UMS boleh menyewa atas rekomendasi Rektor atau WR yang terkait,” tutupnya.

Salah satu anggota Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil (KMTS), Dian Ersa, mengatakan bahwa dari pihak Organisasi Mahasiswa (Ormawa) merasa dirugikan atas diberlakukannya kebijakan tersebut. “Kalau menyewa kan juga berat, apalagi kita mendatangkan peserta dari luar,” ungkap Dian, Rabu (8/3/2017).

Reporter: Aprilia Indra Setya Pangesti & Afifah Hutria

Editor: Pipit Ernawati