Prodi Psikologi UMS Ungkap Alasan Batal Remedial

0
142

UMS, pabelan-online.com – Berdasarkan Surat Keputusan Rektor (SK Rektor), memberi keleluasaan pada setiap program studi (prodi) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk mengadakan remedial dengan ketentuan–ketentuan yang ditetapkan. Salah satu ketentuannya mengenai kuota peminat yang mengikuti remedial, yakni per mata kuliah minimal pesertanya 20 mahasiswa. Prodi Psikologi juga termasuk prodi yang menyelenggarakan remedial untuk mahasiswanya. Namun menjelang pelaksanaan, ada sejumlah mata kuliah yang batal diremedialkan, padahal mahasiswa telah melakukan pembayaran.  

Selaku Dekan Fakultas Psikologi, Susatyo Yuwono memaparkan, bahwa setiap mata kuliah mempunyai kuota minimal dalam penyelenggaraan remedial, dilihat dari berapa mahasiswa yang mendaftar. Tak terpenuhinya kuota minimal peserta remedial pada mata kuliah tertentu, otomatis dibatalkan. Namun untuk mata kuliah yang terpenuhi kuotanya, remedial tetap dilangsungkan. Mahasiswa yang terlanjur melakukan pembayaran padahal batal remidial, uangnya dipastikan akan kembali ke tangan yang bersangkutan. “Jelas akan dikembalikan, kan itu uangnya mahasiswa,” terangnya pada tim Pabelan Online, Rabu (27/02/2019).

Sementara itu, Partini, Kepala Program Studi (Kaprodi) Psikologi, memberi penjelasan bahwa tujuan remedial sebenarnya bagi dosen atau institusi ialah memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperbaiki performanya. Sehingga tak perlu menunggu semester selanjutnya untuk mengulang, dan masa studi pun dapat lebih singkat.

Partini pun memaparkan, mata kuliah yang akan diremedial juga harus mendapatkan persetujuan dari dosen pengampu. Dari 33 mata kuliah yang ditawarkan untuk remedial, hanya sekitar satu atau dua mata kuliah saja yang memenuhi kuota minimal peserta. Hal ini sangat kontras dengan mata kuliah lain yang distribusi peminatnya minimum.

Kemudian setelah dilakukan crosscheck (pemeriksaan kembali-red), ada empat mata kuliah yang memiliki peminat lebih dari sepuluh mahasiswa. Pemberian toleransi pun dilakukan usai dosen mata kuliah bersangkutan menyatakan bersedia adakan remedial dengan jumlah peserta lebih dari sepuluh. “Artinya dosen tersebut pun menyadari bahwa perlunya mahasiswa diberi kesempatan untuk mengulang,” ungkap Partini, Rabu (27/02/2019).

Sedangkan dosen mata kuliah yang peserta remedialnya kurang dari sepuluh, biasanya tak bersedia melakukan remedial. “Sebab dilihat dari jumlah peminatnya sendiri, menandakan bahwa secara mayoritas distribusi nilainya cukup bagus dan memenuhi harapan,” ujarnya. Menurutnya sangat logis untuk tidak diadakan remedial jika hanya sedikit mahasiswa yang tidak puas.

Partini juga menambahkan, bagi mahasiswa yang terlanjur membayar tetapi remedial tidak jadi  terlaksana, uangnya akan dikembalikan sesuai prosedur pengembalian yang ditetapkan Biro Keuangan UMS. “Uangnya itu kan nggak ada di fakultas ya, jadi untuk pengembalian uang nanti silakan diurus ke Biro Keuangan,” timpalnya.

Bila kelak remedial tetap dibutuhkan, menurut Partini semestinya perbaikan dilakukan melalui sistem pendaftaran dengan pembayaran diakhir, setelah pasti mata kuliah mana saja yang diremedialkan. “Kedepannya bila jumlah peminat remedial masih minimum, lebih baik program ini dievaluasi untuk tidak diadakan,” tandasnya.

Saat ditemui tim Pabelan Online, salah satu mahasiswi Fakultas Psikologi yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan sedikit kekecewaan terhadap pembatalan ujian remedial tersebut. Ia mengatakan bahwa pada saat jadwal keluar, ternyata mata kuliah yang ingin diremedial batal karena kuota kurang dari sepuluh.

Selain kuota, menurutnya ada juga pertimbangan dari dosen yang tidak setuju dengan adanya remedial. Kemungkinan sebab beberapa faktor, seperti mahasiswa yang pada saat kuliah berlangsung hanya masuk beberapa kali saja. “Semoga untuk ke depannya semakin baik, mahasiswa pun mendapatkan informasi yang pasti,” pungkasnya, Rabu (27/02/2019).

 

Reporter              : Friska Shofiana & Nina Anggraeni

Editor                  : Annisavira Pratiwi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here