PLP I FKIP UMS Alami Sejumlah Kendala

0
372

UMS, pabelan-online.com – Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I telah diadakan oleh pihak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kegiatan yang terlaksana selama kurang lebih sepuluh hari pada bulan Februari 2019 lalu, sempat mengalami beberapa kendala.

Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I atau sering disebut dengan Magang I yang telah dilaksanakan bulan Februari lalu oleh UMS, sempat mengalami beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Salah satunya adalah perbedaan waktu penyerahan mahasiswa magang kepada pihak sekolah masing-masing.

Ditemui di ruangannya, Harun Joko Prayitno selaku pengelola program PLP memberi keterangan, bahwa prinsipnya PLP I mulai dilaksanakan secara serentak pada tanggal 25 Januari 2019. Dalam proses penyerahan mahasiswa magang, mengalami perbedaan antara kelompok magang satu dengan lainnya. Hal ini disebabkan adanya beberapa sekolah yang berhalangan pada tanggal yang ditentukan. “Sehingga waktu penyerahannya pun, beberapa terpaksa harus diundur,” ujar Harun, yang juga menjabat sebagai Dekan FKIP, pada tim Pabelan Online (22/02/2019)

Kendala lain juga dirasakan oleh mahasiswa yang melaksanakan PLP I selama sepuluh hari berjalan. Salah satunya, saat berada di sekolah, mayoritas mahasiswa magang cenderung masih bingung dan tak tahu harus melakukan apa, sehingga terkesan kurang kegiatan.

Salah satu mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) semester empat, Intan menuturkan, bahwa dirinya merasa kegiatan magang kemarin kurang terstruktur. Ia pun menambahkan, magang observasi sekolah seharusnya mengarahkan dan memberi jadwal supaya jelas setiap hari akan melaksanakan kegiatan apa saja. “Informasinya simpang siur, nggak ada kejelasan,” tuturnya (22/02/2019).

Selain perbedaan waktu penyerahan kepada pihak sekolah, ada pula perbedaan informasi mengenai bentuk pengumpulan laporan dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Apakah dalam bentuk soft file atau hard copy saja, menimbulkan kebingungan baru bagi mahasiswa. Sementara dosen pembimbing dari tiap kelompok menyampaikan hal yang tak senada mengenai bentuk pengumpulannya.

Menanggapi hal tersebut, Koesoemo Ratih selaku pengelola PLP FKIP pun menyebutkan, saat pembekalan dosen sudah disampaikan bahwa untuk soft file harus diunggah semua. Sedangkan file dalam bentuk hard copy di-print untuk diserahkan pada sekolah yang bersangkutan. “Jadi mahasiswa memang harus buat dua-duanya. Kalau untuk fakultas, hanya butuh soft file,” jelasnya, pada tim Pabelan Online (22/02/2019).

 

Reporter           : Salsabila Bazighoh Zahron, Rifqah, dan Faizatul Maslahah

Editor                : Ani Sariski