FKIP Bebaskan Mahasiswa Pilih Dosen Pembimbing, Tapi…..

0
257

UMS, pabelan-online.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membebaskan mahasiswanya dalam memilih dosen pembimbing. Namun bagaimana keputusan akhirnya? 

Selaku Wakil Dekan I FKIP, Sutama menjelaskan, bahwa tiap dosen pembimbing sebenarnya memiliki kuota maksimal sepuluh mahasiswa. Mahasiswa pun dibebaskan untuk memilih dosen pembimbing masing-masing. “Namun, keputusan akhirnya bagaimana ditentukan oleh pimpinan program studi (Prodi),” bebernya, Jum’at (8/03/2019).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk mahasiswa yang sudah memilih dosen pembimbing tetapi tidak kebagian kuota, maka akan dialihkan ke dosen pembimbing yang kuotanya masih tersedia. “Mahasiswa harus cepat dan aktif. Dosen-dosen ada yang banyak dipilih mahasiswa dan ada yang kurang dipilih mahasiswa,” tandasnya.

Salah satu mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBI) semester delapan, Anis Oktaviani mengungkapkan, mahasiswa hanya disuruh memilih program, misalnya ke sastra atau bahasa. “Nanti yang menentukan dosen dari prodi. Jadi kita harus terima dosen pembimbing siapa yang diberikan,” ungkap Anis, Jumat (8/03/2019).

 

Baca Juga: Akomodasi Pendaftar Luar Kota, ODS Kenalkan Tes Lab

Sebelum adanya penentuan dosen oleh pimpinan prodi PBI, sempat berlaku sistem memilih dosen pembimbing sendiri. Akan tetapi hal tersebut berdampak pada timpangnya jumlah dosen yang mendapat mahasiswa bimbingan dengan yang tidak. “Cuma dosen tertentu aja yang dapat mahasiswa bimbingan, sedangkan yang terkenal killer (seram –red) enggak dapat,” jelasnya.

Ia berharap, bahwa ke depannya pembagian dosen pembimbing bisa lebih baik dan merata. Sebagai mahasiswa, ia tak ketinggalan memberi semangat pada mahasiswa yang sedang melalui tugas akhir. “Ga masalah siapapun dosen pembimbingnya, karena sukses tidaknya, yang nentuin ya diri kita sendiri,” ujarnya.

Reporter        : Widia Arum Pratiwi

Editor             : Ani Sariski