BEM Geografi Tukar Sampah Dengan Bibit Tanaman

0
212

UMS, pabelan-online.comPeringati Hari Peduli Sampah Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Geografi (FG) gandeng Kampung Iklim untuk lebih membumi dan peduli lingkungan lewat sampah.  

 

Ratantra Rasjid, yang menjabat sebagai Gubernur BEM FG mengaku telah bekerja sama dengan Kampung Iklim sejak periode lalu. Dalam bentuk kerja samanya itu, BEM FG menghadiri undangan pengelola Kampung Iklim yang berasal dari kelurahan, untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.

Mengumpulkan sampah dan menukarkannya dengan bibit tanaman, itulah yang dilakukan selama disana. Sampah terkumpul dipisahkan berdasarkan plastik hingga pecahan-pecahan kaca. Nantinya, sampah ini akan bermuara di bank sampah, yang berlokasi di salah satu rumah warga. “Sampah yang bisa didaur ulang akan dikumpulkan ke pengepul, nanti uangnya akan masuk kas besar RW,” imbuh Rasjid, Selasa (20/03/2019).

 

BEM FG bersama Kampung Iklim bersinergi peringati Hari Peduli Sampah ini dengan tujuan untuk mengingatkan khalayak terutama mahasiswa tentang kepedulian sampah dan lingkungan. Hal itu juga dilakukan BEM FG sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat Kampung Iklim.

Baca Juga: Di Era Postmodernisme, Kemana Arah Gerakan Mahasiswa?

Kegiatan ini sebenarnya telah menjadi program masyarakat berkelanjutan bagi BEM FG. Sebanyak sembilan anggota dari BEM FG turut berpartisipasi. Bahkan, ternyata kegiatan itu juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS). “Kalau menurut saya manfaatnya untuk BEM sendiri itu supaya tumbuh kepeduliannya terhadap sampah dan lingkungan,” jelasnya pada tim Pabelan Online. Untuk khalayak umum, ia berharap kegiatan ini mampu bermanfaat mengubah pola pikir mahasiswa, pula masyarakat tentang persepsi mereka mengenai sampah.

 

Salah satu anggota BEM FG, Farah, berkata bahwa kegiatan itu tercipta karena pengabdian masyarakat yang BEM lakukan kebetulan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Ia berpikir, program ini akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar. “Nggak hanya dilihat dari sisi ekonomi tapi lingkungan juga,” ujarnya ketika ditemui tim Pabelan Online, Selasa (20/03/2019)

Kata Farah, rencananya BEM FG nanti akan kembali bertandang ke Kampung Iklim pada tanggal 21-22 April, untuk memperingati Hari Bumi dan Hari Kartini. “Rencananya nanti akan mengusung konsep Kartini yang berwawasan lingkungan,” tuturnya.

 

Reporter              : Mg_Rika & Mg_Cindy

Editor                    : Faizatul Maslahah