Kantin Baru Telah Diresmikan, Kabar Baik Bagi Mahasiswa?

0
104

Universitas Muhammadiyah Surakarta kini tengah gencar-gencarnya mendirikan bangunan, yang belakangan kini tengah sibuk digarap dan masih berproses ialah Edutorium. Bulan Maret lalu, telah tuntas satu lagi pembangunan yang  didirikan oleh UMS. Kantin Tepi Danau, namanya. Setelah kemarin usai membangun sentralisasi kantin untuk kampus dua, kini telah dibangun lagi kantin di daerah dekat Gedung Induk Siti Walidah (GISW), tepatnya di tepi danau. Kata Rektor, supaya tidak hanya bisa dinikmati civitas akademika UMS, namun juga mahasiswa baru dan umum.

Bangunan-bangunan tersebut tentunya memerlukan biaya dan persyaratan yang tidak sedikit.  Namun, jika itu demi pemenuhan sarana prasarana untuk mahasiswa, tentu harusnya merupakan hal yang bagus. Apalagi bila ini untuk jangka panjang, bisa menjadi investasi yang menguntungkan juga untuk pihak kampus.

Berarti kini, di kampus dua hanya ada dua kantin sebagai pusat. Setelah peresmian Maret lalu, kantin ini dihuni oleh sekitar tujuh kios dengan harga sewa per petak Rp 25 Juta tiap tahunnya. Ada mahasiswa yang merasa alhamdulillah dengan adanya kantin di dekat GISW UMS, namun ada juga yang mengeluh jauh.

Tidak ada yang salah dengan sentralisasi. Semua hal pasti memiliki dampak positif dan negatifnya. Pembangunan kantin ini, juga pasti begitu. Dampak positifnya, penataan letak yang menjadi lebih rapi. Namun bila kantin-kantin di tiap fakultas tiada, dan pusatnya ada di sentralisasi yang letaknya jauh dari lokasi perkuliahan, lalu kemana mereka bisa mengisi perut? Jika harus ke kantin pusat dulu, itu memakan waktu yang lumayan dan belum lagi jika ada kelas. Akhirnya, fungsi kantin menjadi tidak dapat diterapkan secara menyeluruh bagi mahasiswa. Yang seharusnya kantin itu bisa menyediakan makanan bagi mahasiswa, apa boleh buat jika lokasinya tak dekat. Seharusnya, di samping memerhatikan penataan letak, juga dipertimbangkan terjangkau tidaknya lokasi kantin bagi seluruh mahasiswa.

Tak menampik bahwa adanya kantin ini juga dapat memudahkan orang di sekitar GISW, tempat dimana aktivitas pusat UMS berlangsung. Namun sebaiknya,  kebutuhan makanan mahasiswa juga jangan diabaikan. Lokasi yang jauh, terkadang makin menyulitkan kebutuhan itu bisa terpenuhi. Diharapkan, kelak ke depannya kantin Tepi Danau dapat terus menjalankan fungsinya. Tak lupa juga, kehalalan dan kualitas makanan harus terus diijaga demi kemaslahatan bersama. Akhir kata,  selamat atas diresmikannya Kantin Tepi Danau.