Nonton Bareng Film 9 Putri Sejati, Kisah Perjuangan Wanita Muhammadiyah

0
508

UMS, pabelan-online.com – Mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran selenggarakan nonton bareng (nobar) film 9 Putri Sejati yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 27-28 April 2019.

Acara nobar film menempati Ruang Seminar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) lantai empat, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Muhammad Gilar Al Hafidz, selaku Ketua Panitia Nobar mengatakan, bahwa acara ini digelar atas ide dari Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Olahraga (LSBO), yaitu Sukriyanto. Ia memilih film ini untuk diputar sebab didalamnya mengandung pesan bahwa dakwah tak hanya melalui tulisan, namun juga ada implementasi dari dakwah tersebut.

Mahasiswa yang akrab disapa Gilar ini mengungkapkan,  banyak pelajaran yang dapat diambil dari film ini. Tak lain mengenai semangat dalam belajar, beraktivitas secara positif, dan ditunjukkan pula suri tauladan yang baik dari perjuangan wanita zaman dahulu.

Gilar menambahkan, bahwa hidup di zaman sekarang ini harus bisa melawan media, terutama dunia perfilman, media sosial, dan lain-lain. “Maka dari itu, film 9 Putri Sejati ini dibuat agar dapat melawan film-film hollywood dan bollywood itu sendiri,” ujarnya, Sabtu (27/04/2019).

Fransiska, salah satu partisipan dalam acara nobar mengungkapkan, bahwa film ini layak ditonton, ceritanya menarik, serta menginspirasi semua penonton, khususnya kaum wanita. Ia beranggapan film ini amat memotivasi, karena banyak nilai yang bisa diambil.

Contohnya para perempuan yang memperjuangkan pendidikan dengan pantang menyerah, karena pada zaman dahulu, perempuan tak diperbolehkan untuk mengeyam pendidikan. “Mereka masih menganut paham bahwa wanita itu tugasnya hanya di dapur, di sumur, dan juga di kasur (istri),” tukasnya, Sabtu (27/04/2019).

Fransiska berharap, setelah menonton film ini, dia bisa belajar dari perjuangan para wanita inspiratif itu dalam memperjuangkan sesuatu yang kelak membawa banyak manfaat bagi semua orang.

Reporter : Rifqah

Editor    : Annisavira Pratiwi