Ikuti Lomba Debat Tingkat ASEAN, Mahasiswa UMS Sukses Gapai Gelar Best Speaker

0
206

UMS, pabelan-online.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih gelar best speaker dalam Kompetisi Debat Bahasa Arab dengan titel UNISI Arabic Debating Championship (UADC) tingkat ASEAN.

Selaku peraih gelar Best Speaker dalam Kompetisi Debat Bahasa Arab UADC tingkat ASEAN, Yahya Fathur Rozy mengungkap bahwa terdapat lima babak penyisihan yang harus diikuti oleh setiap tim debat dengan penilaian secara individu maupun tim.

Acara yang berlangsung pada tanggal 13 hingga 15 April 2019 di Universitas Islam Indonesia  (UII) dimeriahkan oleh partisipasi berbagai universitas. UMS diwakilkan oleh 4 anggota Namlah, yaitu Luth Hafizh Bahtiar (Prodi Pendidikan Agama Islam Internasional), Muhammad Ikhsanudin Hidayat (Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir), Rima Hanifah Azmi (Prodi Pendidikan Agama Islam Internasional), dan Yahya Fathur Rozy.

Sayangnya, perjuangan tim UMS terpaksa harus terhenti di ranking 14, sehingga tak dapat melanjutkan ke babak quarter final. Namun untuk kategori individu, Yahya berhasil lolos ke babak selanjutnya hingga mendapatkan gelar best speaker.

“Gelar best speaker saya raih setelah berhasil menang empat kali ketika melawan Universitas Zainal Abidin (UNIZA) dari Malaysia, Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Sumenep, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan akumulasi 415,83 poin,” ungkapnya ketika ditemui tim Pabelan Online, Rabu (23/04/2019).

Baca Juga: Atap Bocor Usik Aktivitas Mahasiswa FEB UMS

Yahya mengaku, dirinya telah mempelajari bahasa Arab dan bahasa Inggris sejak di Pondok Pesantren Arrisalah Islam Internasional di Ponogoro hingga jenjang SMA. Ia membeberkan, dalam mendalami teknik debat, pelaku debat harus mengetahui mekanisme debat dan peran-perannya. Selain itu, pelaku debat juga harus banyak membaca, terutama mengenai isu-isu yang terkini.

Azhar, selaku pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Namlah, menyebutkan akan terus mencoba memberikan yang lebih baik untuk mengasah potensi anggota Namlah berdebat dalam bahasa Arab.

”Beberapa upayanya itu mengagendakan latihan rutin menjelang perlombaan, mengevaluasi setiap pengiriman peserta, sehingga diharapkan ketika menghadapi perlombaan lagi mendapatkan prestasi yang lebih baik,” jelasnya, Kamis (24/04/2019).

Azhar juga menambahkan, kedepannya ia berharap Namlah bisa memiliki fasilitas pendukung seperti parabola. Sehingga ada kanal televisi Arab yang dapat ditonton secara langsung dan ditirukan  peserta lomba dalam fokus mengasah kemampuan berbahasa Arab.

 

Reporter              : Ayu Erlinda

Editor                    : Annisavira Pratiwi