Peringati Hari Buruh, IMM Kota Surakarta Gelar Aksi Refleksi

0
96

UMS, pabelan-online.com – Sejumlah mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kota Surakarta gelar aksi refleksi dalam rangka memperingati Hari Buruh, Rabu (1/5/2019). Aksi digelar di pertigaan lampu merah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Selaku juru bicara aksi, Abid Ismail menyebutkan, aksi yang dilakukan hari itu merupakan suatu refleksi terhadap nasib-nasib buruh hari ini. Ia menuturkan, banyak sekali praktik di lapangan yang justru merugikan buruh-buruh saat ini. Ia mengaku, pihak IMM sudah melakukan kajian isu terlebih dahulu di masing-masing komisariat.

Aksi tersebut membawa beberapa poin penting. Pertama, kenaikan upah buruh di Indonesia. Kedua, penghapusan sistem Outsourcing yang merugikan buruh. Ketiga, penjaminan hak kaum buruh di Indonesia. Dan yang terakhir, penjaminan hak kaum difabel untuk mendapatkan pekerjaan dan upah yang layak.

Abid menerangkan, pertigaan UMS dipilih sebagai lokasi karena dipandang strategis karena ramai dilalui pengguna jalan. “Bukan maksud ingin dipusatkan di UMS, namun dengan tujuan menarik perhatian pengguna jalan,” tutur Abid, Rabu (1/5/2019).

Abid juga menuturkan, aksi tersebut adalah salah satu upaya untuk mencerdaskan kader IMM itu sendiri. Pada akhir aksi, ada simbolisasi dengan bunga-bunga berwarna hitam yang dibagikan kepada pengguna jalan.

Baca Juga Siapkan Indonesia Tangguh Bencana, Dwikorita: Teknologi Harus Dikembangkan

“Rasa kekecewaan emosional yang cuma bisa diungkapkan dengan bunga-bunga hitam itu yang dibagikan ke pengguna jalan,” tukas Abid.

Sementara itu, Budi Sutrisno, selaku salah satu orator aksi menjelaskan, bahwa aksi tersebut bukanlah suatu aksi tuntutan, melainkan sebuah solidaritas terhadap nasib buruh. Menurutnya, buruh saat ini semakin tertindas dengan ulah-ulah korporasi sebagai pemegang kuasa.

Ia juga menjelaskan bahwa ‘kuliah’ di jalanan seperti ini memang sekali-kali perlu dilakukan, untuk mengaplikasikan disiplin ilmu yang telah diperoleh di kelas.

“Kita memandang nasib buruh hari ini tidak sejahtera,” tutupnya, Rabu (1/5/2019).

Reporter           : Naufal Abdurrahman Musa

Editor               : Ani Sariski