UMS Kembali Buka Penerimaan Calon Dosen Baru

0
337

UMS, pabelan-online – Sejak awal April 2019, UMS kembali membuka perekrutan calon dosen baru. Perekrutan ini dibuka sampai tanggal 25 Mei 2019.

Selaku Pimpinan Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Budi Murtiyasa menjelaskan bahwa perekrutan calon dosen ini memerlukan proses seleksi yang panjang dan diharapkan akan selesai pada Juni 2019.

Budi menjelaskan bahwa tahapan pertama dalam penerimaan calon dosen adalah seleksi administrasi yang dilakukan secara online melalui situs rekrutmen.ums.ac.id. Selanjutnya pendaftar akan mendapat undangan via email untuk melakukan tes kemampuan akademik umum dan bahasa inggris dengan sistem Computer Based Test (CBT).

Kemudian seleksi berikutnya adalah tes Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dengan sistem CBT pula. Setelah lolos seleksi AIK, seleksi akan diserahkan kepada program studi masing-masing untuk dilakukan tes Pedagogik (kemampuan mengajar-red) dan tes kemampuan meneliti serta menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI).

Lalu tahap terakhir adalah wawancara dengan rektorat dan Badan Pembina Harian (BPH). “Tes pedagogik itu mungkin akhir Mei, lalu Juni setelah hari raya baru wawancara,” tuturnya.

Selain itu Budi juga menambahkan bahwa dalam jangka empat tahun ke depan, perekrutan dosen baru akan selalu dibuka setiap tahunnya. Hal ini disebabkan, menurut data, setiap tahun ada dosen yang pensiun. Perekrutan ini diperlukan untuk menggantikan formasi-formasi kosong tersebut.

Baca Juga Ketua Beasiswa Ikatan Alumni: Pencairan Dana Tak Harus Sesuai Jadwal

Adapun formasi yang diperlukan adalah lulusan S3 untuk seluruh program studi di UMS dan lulusan S2 untuk beberapa program studi.

“Lowongan S3 kita buka untuk semua prodi, masing-masing kita alokasikan dua orang, tapi untuk yang S2 tidak semua prodi, hanya beberapa,” katanya, Rabu (8/5/2019).

Di lain hal, seorang pendaftar yang tidak mau namanya disebut, ia mengungkapkan bahwa proses rekrutmen calon dosen di UMS cukup panjang.

Ia berkomentar bahwa itu artinya dalam merekrut tenaga pengajar di kampusnya, UMS tidak bisa dibilang main-main. “Bahkan dalam proses awal seleksi, medsos saya itu sampai dicek,” tukasnya.

Pendaftar lulusan magister Psikologi itu juga mengungkapkan bahwa ini adalah perdana ia mendaftar dalam rekrutmen calon dosen, mengingat ia baru saja menyelesaikan magisternya.

Ia mengaku memilih mendaftar sebagai calon dosen UMS, sebab ia memerlukan lingkungan kerja yang islami dan tampaknya itu bisa didapatkan di UMS. Ia berharap dapat mengikuti semua proses seleksi tersebut dengan lancar.

“Kalau saya sih memang mencari instansi swasta yang islami, saya merasa cocok dengan lingkungan kerjanya,” ujarnya ketika diwawancarai via telepon, Jumat (10/05/2019).

Reporter           : Sukma Dwi Astuti

Editor               : Ummu Azka Amalina