Ikuti Lomba IBCEx, Mahasiswa Teknik Kimia UMS Raih Juara Dua Internasional

0
178

UMS, pabelan-online.com – Pada tanggal 5-6 April 2019, tiga perwakilan mahasiswa Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih juara dua dalam kompetisi International Biotechnology Competition and Exhibition (IBCEx), pada kategori Waste Treatment yang diselenggarakan di Universitas Teknologi Malaysia (UTM).

Saat ditemui tim Pabelan Online, Falido Wisnu Guntoro sebagai salah satu anggota perwakilan bercerita, dia dan kedua temannya mengikuti kompetisi tersebut berawal dari informasi yang dikirimkan dosen melalui email.

Dalam kompetisi International Biotechnology Competition and Exhibition (IBCEx) di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) dibagi menjadi dua hari.

Hari pertama, terdapat expo yang diisi oleh berbagai stand dan poster. Selanjutnya, di hari kedua, para peserta lomba dipersilakan untuk mempresentasikan hasil ciptaan mereka.

“Daripada nganggur, kita ajukan kesini dengan sedikit modifikasi. Ngga nyangka juga waktu pertama kali ngirim abstrak dan paper, itu kita dinyatakan lolos dan diundang kesana. Tanpa diprediksi bisa jadi juara,” ungkapnya, Sabtu (11/05/2019).

Falido mengaku belum pernah mengikuti event di tataran Internasional, namun selalu berusaha mengikuti lomba di lingkup kampus. Hal itu menimbulkan minat Falido untuk mengikuti perlombaan tersebut.

Dirinya ingin, semasa perkuliahannya, setidaknya pernah mengikuti event Internasional. Meskipun sebenarnya Falido mengaku saat lomba berlangsung, kendala nomer satu yang mereka alami ada di bahasa.

Semua kegiatan yang ada disana menggunakan bahasa Inggris. Baik itu dari seluruh informasi yang diberikan panitia hingga presentasi peserta.

Baca Juga BEM FH Sempat Ingin Kembali dengan BEM U

Kemenangan Falido dan teman-temannya memperoleh tanggapan positif dari Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Kimia, Rois Fatoni. Ia mengaku sangat bangga terhadap mahasiswanya itu, karena dapat mengharumkan nama prodi Teknik Kimia serta UMS. Tentunya, hal ini akan memberikan kontribusi yang baik bagi institusi.

Sedangkan untuk masalah dana, Rois mengatakan bahwa ada mekanismenya tersendiri. “Dari prodi ada sebagian, dari fakultas sebagian, dari universitas sebagian. Kemudian sudah ada aturannya bagi yang menang itu bisa mendapatkan insentif dari universitas,” jelasnya, Rabu (15/05/2019).

Ia menjelaskan bahwa dalam setiap perlombaan, tentu saja ada pembimbingnya. Namun, mahasiswa diharapkan untuk mandiri. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dengan pembimbing berbeda dengan anak sekolah. Peran pembimbing hanya sedikit dibandingkan dengan anak sekolah, sedangkan mahasiswa tentu memiliki porsi yang lebih besar dalam keberhasilannya.

Rois juga berharap mahasiswa Teknik Kimia ke depannya terpacu untuk mengikuti forum-forum seperti ini dan bisa menjadi seperti Falido dan kawan-kawan. Menurutnya, keterbatasan dari fasilitas bukan sebuah alasan untuk bisa berprestasi dan semua mahasiswa masih berhak mendapat kesempatan itu.

Reporter           : Nisrina Dwi Cahyani dan Earleanne Typhano

Editor               : Annisavira Pratiwi