Belum Genap Dua Tahun Beroperasi, Atap Masjid Sudalmiyah Rais Bocor

0
267

UMS, pabelan-online.com – Baru satu setengah tahun beroperasi, atap Masjid Sudalmiyah Rais Kampus II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sudah berulang kali mengalami kebocoran.

 

Tanggal 3 Desember 2017, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meresmikan masjid barunya, yaitu Masjid Sudalmiyah Rais. Masjid yang bisa menampung 4000 jamaah ini, menghabiskan dana sekitar 20 milyar dalam pembangunannya. Namun belum genap dua tahun masjid ini beroperasi, bagian atap berulang kali mengalami kebocoran ketika turun hujan.

 

Nurhasan, selaku penanggungjawab konstruksi menjelaskan bahwa kubah Masjid Sudalmiyah Rais ini terdiri dari 3 lapisan. Lapisan pertama sebagai kubah, lapisan​ kedua sebagai lapis rangka pipa, dan lapisan ketiga sebagai plafon. Namun, lapisan kedua sampai sekarang belum sempurna, dan masih tetap menjadi tanggungan pembuat kubah.

 

“Karena buru-buru akan dipakai untuk acara, seharusnya pakai galvalum. Tapi yang digunakan saat ini aluminium voil, ini sifatnya sementara, jadi sangat mungkin masih terjadi kebocoran,” tuturnya, Rabu (15/05/2019).

 

Nurhasan juga menerangkan bahwa akhir bulan Maret lalu, terjadi badai angin hujan cukup kencang yang mengakibatkan makara masjid patah dan lapisan bagian atas terkelupas, sehingga mengakibatkan bocor semakin parah. Meskipun sekarang makara sudah terpasang kembali, namun bocor belum tertangani.

 

Nurhiyatna, sebagai Ketua Pengurus Masjid Sudalmiyah Rais, menuturkan pelaksana pembangunan dan masjid telah mengerahkan upaya untuk mengatasinya.

 

”Namun ternyata ketika hujan deras masih saja air hujan merembes masuk,” imbuh Nurhiyatna, Rabu (15/5/2019).

 

Dalam menangani masalah kebocoran atap, pihak takmir sudah mengkoordinasikan​ dengan Badan Administrasi Umum (BAU) dan pelaksana pembangunan masjid.

 

“Saya sebagai penanggungjawab konstruksi terus memantau hingga bocor tidak ada lagi, dan semoga pembangunan masjid ini segera sempurna agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah dan juga acara lainnya,” pungkas Nurhasan.

 

Reporter         : Meliana Dyah Pertiwi

Editor             : Annisavira Pratiwi