Selepas Kepergianmu

0
90

Kepergian

 

Berdasar nestapa,

memanjakan aksara

disetiap rapal doa

Atau menjadikan bayang sabur-terkubur, sedang pusara enggan berbelasungkawa

atas segala yang nyata

 

Bahkan tak ada sedikitpun

kauberikan segala renjana

Untuk menghiasi luasnya bumantara, atau hanya sekadar memanjakan

mata

Pujangga hanya pandai

meracik kata, namun tiada

menikmati arti cinta sesungguhnya

 

Biar segala derita,

kutumpahkan kepada

kenang-kenang yang

menjanjikan kepedihan

Atau luka akan terus menganga, dan membakar getir kepergian

 

Bertalu-talu aku tersedu,

tentu bukan itu yang kumau

 

 

Telapak tangan

 

Jemari biasa berduka

telapak berbalik seketika

luka membiru—tabu membatu

kidung ibu jari tak semesra dahulu

 

Nak, kini kau tersesat di mana?

lekas pulang, waktu mengandung bahaya

jangan lagi kau seolah tak berdaya

semakin menggila setelah lahir kata tiada

 

Dari garis tipis yang mengalun

bertahun-tahun kau belajar setia malah  pikun

jawaban kau tangisi bahkan dijerat pagi

 

Semalaman kau racik syair

segala candala membombardir

sudahlah, jemput saja takdir

kau memang terlahir untuk pandir

 

Penyair: Meliana Dyah Pertiwi