Pilih Kuliah Karena Jurusan Atau Universitasnya?

0
167

Kuliah adalah suatu hal yang dibanggakan oleh sebagian orang. Namun terkadang, mayoritas dari kita bingung saat dihadapkan pada pilihan hendak berkuliah dimana. Tentunya, kita ingin kuliah di universitas yang kita cita-citakan dengan jurusan yang juga sesuai minat kita. Namun semua itu terkadang hanya ekspektasi semata.

Sering kita dengar sebuah pertanyaan, pilih jurusan atau pilih universitasnya? Sebagian orang sudah pasti akan lebih mementingkan universitas, perihal jurusannya apa itu belakangan. Ini tidak salah, karena itu hak masing-masing individu.

Bagi sebagian orang lainnya, tidak masalah juga apabila mengutamakan jurusan yang diinginkan, terlepas dimanapun kuliahnya. Dengan memilih jurusan yang kita impikan sejak dulu, diharapkan dalam menjalankan perkuliahan pun akan semakin semangat. Tak ada beban dalam menjalankan hal tersebut. Tapi terkadang kita masih saja suka beralasan mengapa kita ini setengah hati dalam kuliah.

Yang paling sering saya dengar dari beberapa teman adalah anggapan salah jurusan. Salah jurusan bagaimanakah yang dimaksud? Mengapa kita baru sadar akan hal itu setelah beberapa semester? Mengapa dulu nekat mengambil jurusan tersebut kalau nyatanya bukan dari suara hati sendiri, sehingga berujung tidak niat?

Salah jurusan atau tidak, jika telah memantapkan hati untuk mengambil jurusan tersebut, seharusnya kita teguh dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti perkuliahan.

Lalu bagaimana dengan orang tua yang mendesak kita untuk memilih jurusan yang tidak kita inginkan?

Seperti yang saya tulis diatas, orang tua terkadang ingin anaknya menimba ilmu di kampus ternama. Apapun jurusan yang diambil, yang penting bisa kuliah di kampus tersebut. Kita sebagai anak terkadang tak bisa menolak pilihan orang tua kita.

Beberapa orang juga beranggapan, jika kuliah di universitas ternama, skill yang kita miliki juga bisa bertambah dibandingkan dengan kuliah di universitas biasa. Selain itu, dari segi fasilitas, universitas ternama dipandang lebih menjanjikan, yang tentunya membantu mahasiswa lebih mudah untuk melakukan penelitian ataupun sejenisnya.

Anggapan lain juga mengatakan, jika kuliah di universitas ternama, bisa memudahkan saat kita melamar pekerjaan jika dilihat dari background di mana kita menimba ilmu saat perkuliahan.

Namun inti dari semua itu adalah, semua pilihan ada di kita. Jurusan yang kita ambil saat ini bisa jadi adalah yang terbaik untuk kita. Walaupun tidak bisa kuliah di universitas yang kita impikan, setidaknya kita harus buktikan bahwa skill itu kita sendirilah yang mewujudkan. Bukan dari almamater yang kita pakai. Universitas hanya memfasilitasi apa yang kita butuhkan.

Dan semuanya ada di tangan kita. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan semua fasilitas itu. Ya, walaupun terkadang dari pihak kampus sendiri belum bisa mendukung kebutuhan perkuliahan kita seutuhnya.

Sekali lagi, jurusan apapun yang telah kita pilih, berjuanglah untuk menyelesaikannya. Entah itu berkuliah di kampus bagus namun jurusannya tak sesuai dengan pilihan, maupun kuliah di jurusan yang sesuai pilihan tapi di kampus yang tak ternama.

Jangan ada rasa menyesal telah mengambil jurusan itu. Jangan menyesal telah kuliah disitu. Jangan merasa kita telah salah jurusan ataupun salah universitas. Jadi, tetaplah semangat, masa depan kita sendiri yang menentukan, bukan dari anggapan orang lain.

 

Penulis: Yusuf Apriyanto

Mahasiswa Teknik Mesin UMS