Anas Syahirul: Ikuti Perkembangan Zaman, Persma Harus Lebih Informatif

0
647

UMS, pabelan-online.com – Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) selenggarakan Workshop Pers Mahasiswa, dihadiri oleh seluruh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) tingkat Universitas dan Fakultas serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rapma.

Workshop yang mengusung tema Pers Mahasiswa (Persma) di Era Industri 4.0 dilaksanakan pada Sabtu (22/6/2019), bertempat di Ruang Pelatihan Biro Kemahasiswaan UMS.

Suryadi selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan sekaligus penyelenggara acara, dalam sambutannya menyampaikan harapan untuk seluruh peserta agar dapat mengaktualisasikan diri dalam penerbitan di UMS. Ia melihat masih ada beberapa fakultas yang intensitas terbitnya berkala (kala terbit, kala tidak).

“Padahal dana ada terus, kan eman-eman, itu akan menghambat kegiatan mahasiswa sendiri yang harusnya satu tahun terbit dua kali hanya bisa terbit satu kali,” ungkapnya, Sabtu (22/6/2019).

Selaku pembicara, Anas Syahirul memaparkan, jumlah persma di UMS paling banyak diantara perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta di Jawa Tengah.

Namun menurutnya, pers mahasiswa saat ini sedang mengalami kemunduran dalam kualitas konten dan jangka terbitnya. “Kodrat pers mahasiswa tetap menjadi pembelajaran bagi rekan-rekan, mengenai manajerialnya dan mengenai soal tulis-menulis,” tutur Anas yang merupakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta, Sabtu (22/6/2019).

Lebih lanjut, Anas menjelaskan untuk mengikuti perkembangan saat ini, pers kampus harus bersifat lebih informatif juga patuh pada kode etik jurnalistik. Dengan produk tiap LPM yang beraneka ragam, konvergensi platform, dinamisasi konten, serta orientasi dan oposisi merupakan langkah yang dapat ditempuh oleh tiap LPM.

Pembicara kedua dari jurnalis Jawa Pos Radar Solo, Faya, sapaan akrabnya. Ia menjelaskan bagaimana cara agar pers rilis dapat diterima di media massa, yakni sebuah tulisan harus ada unsur mendidik, menginformasikan, menghibur, dan sebagai panutan.

“Menulis di media berarti anda menyelaraskan tulisan dengan media tersebut,” jelas Faya, Sabtu (22/6/2019).

 

Reporter              : Tias Nur Aini

Editor                  : Annisavira Pratiwi