Seminar LPM Campus: Aldo Granada dan Muhammad Ali Ma’ruf Percaya Minat Baca Masyarakat Indonesia Tak Buruk

0
159

UMS, Pabelan-Online.com Sebagai acara tahunan, Lembaga Pers Mahasiswa Campus (LPM Campus) Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menggelar seminar nasional (semnas) kepenulisan.

Jika di tahun sebelumnya LPM Campus mengusung tema The Challenge of Journalists in the Digital Age (Tantangan Jurnalis di Era Digital-red), tahun ini tema yang diangkat adalah The Contribution Of Youth Millennials To Build The Nations (Kontribusi Millenial Muda Dalam Membangun Negara-red)

Bertempat di Auditorium Mohammad Djazman, LPM Campus mengundang tiga pemateri yang aktif menggeluti bidang kepenulisan. Diantaranya ada Nawang Nidlo Titisari sebagai penulis buku “Hilang”, M. Ali Ma’ruf sebagai content creator Mojok.co, serta Ketua Koperjas, Aldo Granada.

Aldo, kali pertama saat berbicara di depan para audiensi, mengaku prihatin dengan hasil survey UNESCO pada tahun 2014. Pasalnya, survey tersebut menyatakan bahwa hanya 0,001% masyarakat Indonesia yang memiliki minat baca. Ia merasa skeptis dan beranggapan bahwa survey tersebut memilih sampel yang salah.  Ia percaya, rakyat Indonesia tidak seburuk itu.

“Yang ingin saya lakukan adalah membuang jauh-jauh paradigma bahwa masyarakat Indonesia tidak suka membaca,” tuturnya.

Baca Juga FKI UMS Akan Alih Fungsi Bekas Kantin Jadi Ruang Persidangan

Hal senada juga diungkapkan Ali. “Ambillah contoh, pengguna media sosial Twitter aja sekarang lagi pada senang baca thread,” tuturnya. Ali pun memuji penerapan semiotika yang digunakan pengguna media social, hanya untuk menebak bersama siapa teman yang mereka lihat storynya di platform media sosial Instagram.

Fathurahman H. Ahmad Hasan, selaku Ketua Panitia Seminar Nasional Kepenulisan, akui bahwa panitia memperuntukkan seminar ini khusus untuk generasi milenial. Generasi milenial, menurutnya cenderung lebih banyak menggunakan gadget dalam kesehariannya.

“Melalui seminar ini,  harapan saya ingin meningkatkan semangat generasi milenial untuk kembali melakukan kegiatan literasi,” ujarnya penuh harap.

Ia juga berharap, peserta dapat mengimplementasikan apa yang mereka dapatkan dari seminar tersebut agar ada kemajuan dalam literasi dan tidak tertinggal seperti sebelumnya.

Salah satu mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Arsitektur UMS, Janur, merasa bahwa seminar yang diikutinya ini menarik. Namun ia menyayangkan bahwa salah satu pemateri, Nawang Nidlo, terlihat seperti baru pertama kali mengikuti seminar sebagai pembicara.

“Salut sama moderatornya, aktif dan memahami mood-nya peserta,” tukasnya.

 

Reporter         : Ocavaro De Adio Hardiyanto

Editor              : Rifqah