BEM FAI UMS Hidupkan Sisi Intelektual Mahasiswa Milenial Lewat Seminar Nasional

0
101

UMS, pabelan-online.comBadan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI) UMS berusaha menghidupkan kembali sisi intelektual mahasiswa di Era Milenial lewat seminar nasional.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) gelar seminar nasional dengan tema “Revitalisasi Intelektual Mahasiswa di Era Milenial”. Acara ini dilaksanakan di Ruang Seminar Pascasarjana kampus 2, Sabtu (29/6/2019).

Seminar yang bertujuan untuk mengubah pola pikir, bersifat kritis, serta menumbuhkan literasi intelektual akedemisi mahasiswa di era milenial ini menghadirkan 3 pembicara.

Salah satunya adalah Dosen Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (SUKA) Yogyakarta bernama Fahrudin Faiz, lalu Yahya Fathur Rozy sebagai aktivis mahasiswa Ilmu Quran Dan Tafsir (IQT), dan Irawan (Kabid PIK BEM FAI 2019).

Fahrudin Faiz, Dosen Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (SUKA) Yogyakarta dalam kesempatan ini berbicara mengenai kesadaran intelektual mahasiswa. Ia mempunyai pandangan, mahasiswa yang kesadaran intelektualnya sebatas pada sarjana, berfokus hanya pada identitas formalnya, ijazahnya, atau gelarnya.

Baca Juga Seminar LPM Campus: Aldo Granada dan Muhammad Ali Ma’ruf Percaya Minat Baca Masyarakat Indonesia Tak Buruk

”Kesadaran fungsi intelektual mahasiswa yang sebenarnya itu punya banyak ilmu tapi apa gunanya, apa manfaatnya, kontribusinya apa untuk masyarakat?,” tukasnya, Sabtu (29/6/2019).

Sementara aktivis mahasiswa IQT, Yahya Fathur Rozy, menyampaikan tentang peran mahasiswa di era milenial. Menurutnya, mahasiswa zaman sekarang terbiasa mendapatkan informasi apapun melalui internet. Padahal kontestasi informasi di internet masih bias dan tidak sevalid dengan yang dikatakan pakar.

Yahya mengibaratkan internet bak hutan dari sekian banyaknya informasi, hanya sedikit yang benar. Maka mahasiswa dituntut harus mempunyai skill (kemampuan-red) membaca, menganalisis, mengumpulkan validasi yang banyak, dan menguatkan literasi intelektual akademisi.

Skill literasi berarti kemampuan untuk membaca situasi, menyimpulkan, dan melihat situasi dengan berbagai sudut pandang,” tuturnya, Sabtu (29/6/2019).

Reporter              : Ayu Arlinda

Editor                   : Rifqah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here