Sempat Tertunda, Kini Gedung Baru Fakultas Farmasi UMS Resmi Dibangun

0
355

UMS, pabelan-online.com – Pembangunan Gedung Baru Farmasi yang akan difungsikan sebagai ruangan Objective Structural Clinical Examination (OSCE) mulai digarap pada 28 Juni.

Selaku Ketua Program Studi Profesi Apoteker, Nurul Mutmainnah menerangkan, gedung yang dibangun di sisi barat Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FF UMS), mengacu desain yang tertera pada rancangan syarat nasional yang ditentukan pelaksana OSCE pusat.

Dari pelaksana pusat, rancangan pembangunan gedung OSCE terdiri dari empat (4) lantai. Didalamnya terdapat sepuluh ruang yang dibutuhkan, seperti ruang briefing, ruang karantina, dan sebagainya. Namun pada kenyataannya, syarat empat lantai belum bisa dipenuhi FF UMS.

Nurul mengungkapkan, saat ini pihaknya baru dapat membangun satu lantai setelah tertunda beberapa waktu, lantaran alokasi dana yang belum mencukupi. Hal ini ditengarai kebutuhan FF UMS terkait gedung OSCE yang ternyata berbenturan dengan proyek pembangunan Edutorium UMS.

Pembangunan gedung OSCE ini membutuhkan rupiah senilai dua (2) miliar untuk satu lantai. “Rancangannya memang fondasinya untuk empat lantai, tapi karena keterbatasan anggaran, yang dibangun lantai satu dulu soalnya yang mendesak kan OSCE,” tutur Nurul, Rabu (03/07/2019).

Baca Juga Sering Dikaitkan Illuminati, Begini Perspektif Arsitektur Islam Terhadap Masjid As Safar

Sejak pembangunan ini, lahan parkir sisi timur FF sementara waktu dialihkan. Awalnya digunakan untuk parkiran mobil mahasiswa, lalu digantikan untuk parkir dosen dan karyawan. Ia menambahkan, parkiran tersebut masih boleh dipergunakan bagi mahasiswa yang mengendarai motor. Nurul pun berharap, pembangunan gedung OSCE dapat berjalan lancar dan segera jadi.

Wahyu Nur Hidayati, sebagai salah satu mahasiswa program studi Profesi Apoteker, mengatakan gedung ini dapat memaksimalkan mahasiswa menghadapi persiapan ujian kompetensi. “Jadi sebenarnya pembangunan gedung OSCE itu bukan keinginan fakultas, akan tetapi  memfasilitasi kebutuhan mahasiswa dalam melakukan uji kompetensi apoteker,” ungkapnya.

Ia berharap, kedepannya fasilitas bisa ditingkatkan dengan membangun gedung Computer Based Test (CBT) Center guna melaksanakan try out ujian UKAI secara serempak. “Saat ini dikampus kami hanya terdapat 60 komputer untuk try out CBT nya, padahal kami itu satu angkatan ada 100 orang,” ungkapnya, Rabu (3/7/2019)

Reporter         : Earleanne Typhano Rachmadie

Editor             : Annisavira Pratiwi