Media Sosial Dosen Hingga Mahasiswa Akan Didata, Menristek: Ingin Menangkal Radikalisme

0
314

Mulai awal tahun ajaran 2019/2020, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)  akan meminta seluruh perguruan tinggi untuk menghimpun data berupa nomor telepon beserta akun media sosial pegawai, dosen, hingga mahasiswa.

Dikutip dari republika.co.id, Kemenristekdikti meminta hal itu dalam rangka menangkal radikalisme dan intoleransi di lingkungan perguruan tinggi. Apabila terjadi masalah terkait radikalisme atau intoleransi, Kemenristekdikti akan memanfaatkan data berupa nomer telepon beserta media sosial tadi untuk memudahkan pelacakan.

“Itu baru kita lacak. Oh, ternyata mereka punya jaringan ke organisasi ini,” kata Mohamad Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jumat (26/7/2019). Nasir menegaskan, pihaknya tidak bermaksud membatasi aktivitas mahasiswa dalam bermedia sosial. Ia juga berkata bahwa tidak memiliki kepentingan apapun selain ingin menangkal radikalisme.

Baca Juga Beasiswa KIP Kuliah Bidik Dua Juta Mahasiswa Fakultas Teknik

Namun, ia memastikan tidak akan memantau setiap hari media sosial tersebut satu per satu. “Yang kami atur adalah jangan sampai dia menyebarkan radikalisme dalam kampus, intoleransi yang dikembangkan itu enggak boleh,” ujarnya.

Kemenristekdikti juga mengaku akan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk membantu pelacakan dan analisis akun media sosial mahasiswa. “Itu kalau terdeteksi radikalisme atau intoleransi akan dipanggil rektor lalu diedukasi. Tidak serta merta dikeluarkan. Diedukasi bahwa kamu enggak boleh ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pancasila sebagai ideologi negara,” pungkas dia.

 

Reporter              : Annisavira Pratiwi

Editor                    : Rifqah