BAU UMS Taksir Dana Pengadaan Inventaris UKM Capai Rp 200 Juta

0
174

UMS, pabelan-online.comBiro Administrasi Umum menaksir pengeluaran dana pengadaan inventaris mencapai angka 200 juta rupiah tahun ini. Adapun inventaris yang terlambat direalisasi dipicu oleh tiap UKM yang kurang sigap mengumpulkan list barang yang diperlukan.

Dalam pengadaan inventaris, ada alur yang harus diikuti. Bermula dari Bagian Kemahasiswaan (Bagmawa) mengumpulkan list inventaris yang dibutuhkan oleh tiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Lanjut ke Biro Administrasi Umum (BAU), setiap UKM yang telah memberikan daftar inventaris dan spesifikasinya akan ditindaklanjuti dengan sistem pelelangan.

Caranya spesifikasi barang tersebut diunggah ke website BAU Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kemudian dilelang. Bila barang telah tersedia, Bagian Kemahasiswaan berperan mengumumkan pada tiap UKM dan mempersiapkan barang dengan spesifikasi yang diminta.

Eko Liana, Kepala Bagian Rumah Tangga BAU menjelaskan, permintaan barang dari UKM pada tahun ini melonjak bila dibandingkan tahun sebelumnya. Barang yang diminta mulai dari alat elektronik, alat khusus UKM, sampai alat-alat ringan seperti lampu.

Taksiran dana yang dikeluarkan dari BAU tahun ini menginjak angka 200 juta rupiah. “Tahun ini pengadaan inventaris lebih lancar cari barangnya, tapi dana yang kami keluarkan tergolong banyak,” tutur Eko saat ditemui, Rabu (03/07/2019).

Baca Juga Bongkar Paksa Sekretariat LPM Suara USU, Rektorat Berdalih Lakukan Renovasi

Kepala Bagian Tata Usaha Kemahasiswaan UMS, Yuhri menambahkan, pengadaan inventaris sudah mencapai tahap siap didistribusikan. Menurutnya, kendala yang amat dirasakan dalam pengadaan inventaris tidak terlalu banyak. “Namun keterlambatan tiap UKM dalam mengumpulkan list barang yang membuat kendala,” ujar Yuhri saat diwawancarai tim Pabelan Online, Jumat (05/07/2019).

Dhani Angga Pramudya, Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa), memberikan komentarnya mengenai pengadaan inventaris tahun ini. Menurut Dhani, dibandingkan tahun sebelumnya, BAU menjadi lebih cekatan dan spesifikasi barang yang diminta lebih berkelas.

Ia menilai, Bagmawa dan BAU di tahun lalu cenderung tergolong lambat dalam penanganan barang. “Alhamdulillah, inventaris tahun ini lebih bagus, hingga kami dari UKM bisa maksimal dalam setiap kegiatan dengan adanya alat yang lebih mumpuni,” ungkap Dhani antusias, Rabu (03/07/2019)

 

Reporter : Alvanza Adikara Jagaddhita

Editor      : Rifqah