Tersandung Persoalan Administrasi, Mahasiswa UMM Terancam Drop Out

0
118

Lupa registrasi dan menginput mata kuliah skripsi sebagai persyaratan administrasi di awal semester, salah seorang mahasiswa UMM semester 14 yang baru saja menyelesaikan sidang skripsi terancam drop out.

Dilansir dari news.detik.com, selaku Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokoler Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Joko Susilo menjelaskan bahwa semua prosedur yang harus dilakukan sudah disampaikan sejak awal oleh pihak kampus kepada Rahil Hamdani, mahasiswa UMM yang lupa menginput mata kuliah skripsi.

Ia menjelaskan bahwa prosedur administrasi juga merupakan salah satu tahap penting yang harus dilalui mahasiswa selama menempuh pendidikan di kampus. Ditambah lagi, pada tahun sebelumnya mahasiswa tersebut juga pernah dipanggil dan telah membuat komitmen untuk menyelesaikan studinya pada tahun ini.

“Letak kesalahan ada pada mahasiswa tersebut karena teledor tidak melakukan administrasi di awal semester 14,” tutur Joko kepada wartawan detik.com, Kamis (1/8/2019).

Lebih lanjut Joko menjelaskan, akibat mahasiswa tersebut tidak melakukan registrasi di awal semester 14, posisi mahasiswa tersebut adalah mahasiswa non aktif. Padahal semester tersebut merupakan kesempatan terakhirnya untuk menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar sarjana.

“Karena yang bersangkutan tidak melakukan registrasi di awal semester 14, maka statusnya non aktif. Itu murni keteledoran dari mahasiswa bukan kampus,” timpal Joko.

Terungkapnya masalah ini berawal dari keluhan yang dilayangkan Rea Handayani, selaku kakak Rahil Hamdani melalui cuitannya di akun sosial media Twitter. Dalam thread (utas-red), ia memaparkan bahwa adiknya tersebut tersandung persoalan administrasi karena lupa menginput mata kuliah skripsi ke dalam Kartu Rencana Studi (KRS) di semester 14.

Lebih lanjut Rea menjelaskan, persoalan administrasi ini baru diketahui ketika dosen pembimbing akan memasukkan nilai skripsi adiknya ke dalam sistem akademik. “Lho, ternyata statusnya tidak aktif. Nilai skripsinya tidak bisa diinput,” tambah Rea dalam utasnya, Rabu (31/7/2019).

“Adikku sudah bayar uang semester, uang skripsi, SK pembimbing, juga ada berita acara sudah ikut sidang skripsi. Kalaupun lupa input di awal semester, kenapa tidak ada notifikasi waktu bayar SPP dan uang skripsi, hingga bisa dapat SK pembimbing?” ujar Rea menyesalkan.

Joko mengungkapkan, terkait pemecahan masalah ini, pihak UMM terus melakukan koordinasi dengan Kopertis dan Kemenristekdikti. UMM juga berusaha untuk mengupayakan jalan keluar terbaik untuk Rahil dan keluarganya dengan terus berkomunikasi langsung.

Reporter         : Naufal Abdurrahman Musa

Editor             : Annisavira Pratiwi