Sempat Diwarnai Lempar Batu, Aksi 30 September Mampu Terkondisikan

0
126

UMS, pabelan-online.com — Demonstrasi yang dilangsungkan Aliansi Solo Raya Bergerak (SORAK) pada Senin (30/9/2019) sempat diwarnai insiden pelemparan batu dari arah demonstran.

Aksi demonstrasi menuntut kebijakan RUU kembali terjadi di depan DPRD Surakarta. Para demonstran yang tergabung dalam aliansi SORAK tersebut menyatakan penolakan kepada pasal-pasal bermasalah di RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN), RUU Pemasyarakatan, RUU Pertambangan Minerba; menuntut dicabutnya UU Budidaya Pertanian dan UU MD3; serta menuntut pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dan RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP). SORAK juga menuntut untuk dicabutnya UU KPK yang baru, pembatalan ketua KPK terpilih, dan setop segala tindakan perlemahan terhadap KPK.

Aksi tersebut dimula pada pukul 15:15 WIB dan berjalan dengan kondusif. Orator selalu mengingatkan para demonstran untuk tidak terprovokasi pihak yang tidak bertanggungjawab. Namun sekitar pukul 20:00 WIB, lemparan batu dari kerumunan demonstran menghujani halaman DPRD Surakarta diiringi jebolnya pagar kawat berduri. Pihak kepolisian yang berjaga sigap membuat barikade untuk menghalau demonstran masuk ke halaman DPRD Surakarta.

Fajar Dwi Prakoso, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang turut serta dalam aksi tersebut menjelaskan, asal mula insiden tersebut adalah adanya provokator. Provokator tersebut diperkirakan merupakan massa dari aliansi lain yang melempar botol, diikuti lemparan batu dari demonstran lainnya.

Namun aksi tersebut masih dapat dikondisikan sehingga pihak kepolisian tidak sampai menembakkan gas air mata. “Peristiwa tersebut bisa diredakan oleh komando aliansi yang menyuruh massa untuk tidak terprovokasi oleh provokator,” tulisnya saat dihubungi tim Pabelan Online via Whatsapp, Rabu (2/10/2019).

Fajar menambahkan, berdasarkan informasi yang ia dapat melalui akun Instagram @soloberlawan_, ternyata peristiwa tersebut tak hanya menyebabkan korban luka dari pihak kepolisian. Bahkan ada satu demonstran terkena lemparan batu dari arah kantor DPRD Surakarta. Dari kiriman video tersebut terlihat satu demonstran mengalami luka di bagian kepala dan tengah mendapatkan perawatan.

Baca Juga 80 Persen Infak Mentoring untuk Lazismu, Kordum Mengaku Keberatan

Sementara itu, Budi Prasetyo, selaku Ketua DPRD Surakarta menegaskan, bahwa jika masyarakat ingin berdiskusi maka pihaknya akan terbuka. Perihal RKUHP yang akhir-akhir ini menjadi perhatian masyarakat, ia menerangkan proses revisi tak hanya terjadi saat ini saja. Di masa pemerintahan yang terdahulu, usaha untuk merevisi RKUHP juga pernah terjadi.

“Tetapi sampai hari ini belum selesai karena tentu DPR-RI ingin memeroleh banyak masukan dari masyarakat,” terangnya saat diwawancarai di halaman gedung DPRD Surakarta, Senin (30/9/2019).

Reporter : Ocavaro De Adio Hardiyanto

Editor: Ani Sariski

 


Pemberitahuan

Pada 8/10/2019, berita ini memperoleh beberapa keterangan tambahan, diantaranya dua paragraf teratas. Demikian, sekaligus menjadi permohonan maaf kami.