Balas Dendam dengan Tingkatkan Prestasi

0
224

Balas dendam tak selalu identik dengan kejahatan dan tak melulu soal melakukan hal yang tak baik. Sani Kamil, mahasiswa semester tujuh program studi (Prodi) Ilmu Tanah Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) ini ‘balas dendam’ pada teman-temannya dengan cara meningkatkan nilai dirinya.

Laki-laki kelahiran Jepara, 15 Januari 1998 ini mempunyai sederet prestasi dengan memenangkan berbagai perlombaan nasional dan internasional, menjadi salah satu peserta regional Rumah Kepemimpinan, dan aktif dalam berbagai organisasi.

Ia ingin ‘balas dendam’ dengan menunjukkan, walau dari universitas yang dianggap biasa-biasa saja, bisa menorehkan prestasi yang luar biasa. Maka memiliki banyak prestasi, Sani berpikir akan membuatnya setara dengan teman-temannya yang berkuliah di universitas besar dan terkenal, seperti UGM, UI, atau ITB.

Sebelum akhirnya Sani Kamil berhasil meraih banyak prestasi, Sani tak pernah membayangkan jika dirinya bisa kuliah, karena merasa dirinya kurang pintar dan cenderung menjadi murid yang biasa saja sewaktu Sekolah Menengah Atas (SMA).

Bahkan, ia sempat merasa jika bisa kuliah pun nantinya akan kuliah di perguruan tinggi swasta, bukan negeri seperti saat ini. Sebelum berhasil masuk Universitas Sebelas Maret (UNS) lewat jalur mandiri, ditolak Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pun pernah dialaminya.

Mahasiswa aktif UNS ini mengaku tak menyangka pernah mendapat tawaran beasiswa S2 Teknik Industri di Malaysia untuk tahun 2019, saat dirinya masih semester tiga. Namun mempertimbangkan dirinya yang masih semester tiga, status mahasiswa UNS-nya ketika tahun 2019, serta jurusan yang ditawarkan tidak sama seperti jurusannya yang sekarang, Sani berujung memilih menolak beasiswa tersebut.

Tak menyerah sampai di situ, Sani tetap berusaha mencari beasiswa yang lain. Hingga akhirnya dia mendapat info tentang beasiswa dari Rumah Kepemimpinan. Ketatnya persaingan saat proses pendaftaran berbuah manis, terbukti sekarang Sani Kamil merupakan salah satu mahasiswa yang mendapat beasiswa Rumah Kepemimpinan Regional Sembilan Surakarta.

Tahun 2018, Sani dan ketiga temannya maju bersama dalam ajang Japan Design and Invention Expo (JDIE) di Tokyo Big Sight International Exhibition Centre, Jepang, pada tanggal 2-8 Agustus 2018. Dalam ajang tersebut, mereka berhasil membawa pulang medali emas. Kemenangan itu tak pernah disangka oleh Sani.

Di tahun yang sama, mengikuti Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) juga pernah dilakukan oleh Sani. PKM yang ia bahas mengenai Vertical Garden bersama kakak tingkat (kating) di Kabupaten Sukoharjo. Namun, PKM yang dilaksanakannya tidak lolos tingkat nasional.

Meski mengalami kegagalan, Sani Kamil tetap bangkit dan mencoba hal yang lain. “Kalah dalam perlombaan bukan hal yang biasa menurutnya, namun bagaimana caranya bangkit setelah kekalahan adalah proses yang luar biasa,” tukas Sani, memberikan motivasi singkat.

Ketika berkali-kali kalah dalam berbagai perlombaan, ambil jeda dengan beristirahat sejenak dan menjalankan hobinya adalah pilihan Sani. Namun cara ia beristirahat tidak dengan bermalas-malasan tanpa aktivitas.

Ia tipe yang gemar membuat alokasi waktu untuk istirahat dan agenda lainnya. Ia menyukai tipe istirahat bermanfaat yang bisa diisi berbagai kegiatan, contohnya mengikuti seminar atau pun pelatihan untuk menggali ide dan menambah wawasan.

Sani bercerita, dirinya juga pernah membentuk sebuah grup Whatsapp supaya bisa membagikan berbagai informasi beasiswa maupun perlombaan kepada mahasiswa jurusan Ilmu Tanah lainnya. Hal itu didorong karena keaktifan Sani dalam mencari informasi berbagai beasiswa maupun perlombaan.

Berkat ketekunan dan keuletan Sani Kamil dalam meraih prestasi, menjadikan Sani didukung Kepala Program Studi (Kaprodi) untuk bersaing memperebutkan mahasiswa berprestasi UNS pada tahun 2019. Keaktifannya menjuarai berbagai perlombaan, menjadikan Sani Kamil berhasil menyisihkan lawan dari beberapa fakultas dan gelar mahasiswa berprestasi pun diraihnya.

Reporter              : Lintang Ayu Amaranggani

Editor                   : Rifqah