Pentingnya Merawat Inventaris Sesuai Kebutuhannya

0
196

Mengingat kejadian kebakaran motor tempo hari lalu yang menimpa seorang mahasiswa akibat korsleting di area parkir Psikologi, membuat kita diajak berpikir sejenak mengenai upaya pemadaman yang menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) FEB, bukannya APAR Psikologi.

Padahal, jarak antara area parkir Fakultas Psikologi dengan Fakultas FEB dapat dibilang lumayan jauh. APAR yang ada di sekitar lokasi ternyata tak mampu bekerja maksimal. Akhirnya, dipinjamlah APAR dari Fakultas FEB yang memakan jarak dari area parkir Psikologi.

Sebagaimana berita yang disampaikan pada APAR Macet Jadi Penghambat, Lantaran Kurang Dirawat. Menurut penuturan Ahmad, salah seorang petugas parkir Psikologi, perawatan yang dilakukan hanya berupa pembersihan debu yang menempel di APAR. Bahkan, perawatan berkala hanya dilakukan setahun sekali, yaitu mengecek tanggal kadaluwarsa dan isi ulang APAR.

Memanglah benar jika APAR harus dicek secara kontinu tanggal kadaluwarsa dan diisi ulang. Namun sayangnya perawatan dengan cara seperti ini kurang efektif, lantaran perawatan APAR tentu memerlukan banyak step, bukan hanya sekadar itu saja. Isi ulang tanpa dikocok lagi hanya akan menambah timbunan serbuk APAR yang sudah ada, sehingga tak pelak APAR pun macet.

Dalam kasus ini, pihak kampus seolah kurang memperhatikan hal yang seharusnya dapat menjadi sangat vital pada saat dibutuhkan. Kebakaran tentu bukan sesuatu yang diinginkan dan tak terjadi setiap saat. Namun jika sesuatu yang mampu mencegah itu dianggap “tidak ada apa-apa”, maka seolah peristiwa kebakaran adalah ihwal yang diremehkan tanpa pencegahan berarti.

Seharusnya, sebuah inventaris kampus perlu dirawat dengan memadai dan lebih serius. Bukan hanya sebuah pembersihan yang ala kadarnya, namun membalik posisi tabung serta pengecekan rutin tiap bulan diperlukan.