Mobilitas Kampus Wates ke Kampus Pusat 30 Kilometer, Mahasiswa D4 UNY Demo

0
637

pabelan-online.com – Lantaran kecewa terhadap kebijakan kampus yang dirasa memberatkan, sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar aksi di Kampus Pusat UNY Jalan Colombo, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/11/2019).

Diberlakukannya kebijakan dua tempat kuliah bagi mahasiswa D4 Fakultas Teknik menjadi penyebab utama yang melatarbelakangi aksi mahasiswa UNY. Pasalnya, mereka harus menjalani kuliah di dua tempat yang tidak dekat jaraknya.

Untuk hari Senin sampai Rabu, mereka dituntut untuk mengikuti kuliah teori di Kampus UNY Wates. Hari Kamis sampai Jum’at, ada pula kuliah praktik di kampus pusat Jalan Colombo. Kedua tempat tersebut berjarak kurang lebih 30 km, menurut laporan kumparan.com.

Sebagai Ketua BEM KM UNY, Wahyu Agung Putra Angkasa, menjelaskan bahwa banyak yang menjadi pertimbangan massa aksi sehingga kebijakan ini dirasa sangat memberatkan.

Diantaranya, jarak yang ditempuh antar lokasi menyita waktu sekitar satu jam, menguras banyak tenaga, biaya transportasi membengkak, terhambat untuk mengikuti kegiatan organisasi, hingga minimnya keamanan dan keselamatan karena mobilitas yang amat tinggi.

“Puncaknya ketika ada mahasiswa FT yang kecelakaan karena mobilitasnya 30 km dari kampus pusat sampai wilayah (Wates-red),” ujar Agung.

Aksi pada hari itu menuntut kampus memindahkan kuliah vokasi, baik teori maupun praktik, ke kampus pusat Jalan Colombo. Mereka menuntut agar fasilitas kampus Wates dilengkapi jika memang dipindahkan perkuliahannya.

Lantaran tidak berhasil bertemu Rektor UNY Sutrisna Wibawa yang sedang di luar negeri, aksi pun berakhir dengan penyegelan gedung Rektorat UNY oleh peserta aksi yang didominasi oleh mahasiswa D4 Fakultas Teknik.

 

Wakil Rektor III UNY: Mahasiswa Tergesa-gesa dan Kurang Bersabar

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Anik Gufron menegaskan bahwa ke depannya kampus Wates memang diperuntukkan untuk mereka. Rektor sudah merancang pembangunan bengkel atau lab (untuk praktik) yang katanya akan dimulai sejak awal Januari 2020 mendatang.

Menurut laporan kumparan.com, ia pun mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak bisa langsung disegerakan, mengingat kampus juga tengah melakukan pembangunan lain. Menurutnya, mahasiswa tergesa-gesa serta kurang bersabar. Padahal pembangunan itu dilakukan bertahap.

“Kalau mahasiswa meminta ya kita harus diskusi-diskusi, saya kira itu. Kita coba penuhi tapi konsultasi dengan Pak Rektor dulu, tapi tetap akomodasi tuntutan mahasiswa,” ucap Anik di UNY, dilansir dari kumparan.com, Senin (25/11/2019).

 

Audiensi Antara Mahasiswa dan Birokrat

Perwakilan mahasiswa D4, BEM KM UNY, serta jajaran birokrat yang dihadiri Rektor UNY Sutrisna Wibawa, WR I Margana, WR III Anik Ghufron, dan juga jajaran dekanat membahas permasalahan ini melalui audiensi sebagai tindaklanjut dari aksi.

Belum siapnya fasilitas penunjang praktik D4 di kampus Wates menjadi alasan mahasiswa tetap pendirian untuk menuntut pemindahan ke kampus pusat. Namun pada audiensi tersebut setelah perkara teridentifikasi, membuat Rektor UNY Sutrisna memutuskan untuk melakukan percepatan pembangunan dengan tetap mengusahakan kualitas infrastruktur terjaga, seperti dikutip dari ekspresionline.com.

Ini berarti pemindahan sementara mahasiswa D4 ke kampus pusat tidak dikabulkan. Alasan WR I Margana sebab semester ini tinggal menyisakan dua kali tatap muka perkuliahan, sedangkan fasilitas berupa alat-alat dan lab direncanakan siap semester genap.

“Kalau pindah ke sana (pusat-red) nanti malah ambyar konsentrasi untuk perkuliahan. InsyaAllah kami bersama-sama komitmen untuk mengawal Sarjana Terapan. Untuk semester depan kita sudah siapkan semua, baik jadwal maupun lab,” kata Margana ketika audiensi, Senin (2/12/2019)

Audiensi tersebut menghasilkan kesepakatan perkuliahan mahasiswa D4 semester ini tetap di kampus Wates sampai infrastruktur siap semester depan. Ketua BEM KM UNY, Agung Wahyu sebagai salah satu yang bersepakat terhadap keputusan terkait menyarankan agar forum diadakan lagi sebagai jaminan.

 

Reporter         : M. Taufiqurrahman

Editor             : Annisavira Pratiwi

Baca Juga Setengah Abad Lebih Berdiri, Saatnya Kritisi Implementasi Misi UMS