Menjadi Mahasiswa Sekaligus Pebisnis Muda Sukses, Why Not?

0
296

Menjadi seorang yang sukses di usia muda, tentu menjadi impian hampir sebagian besar orang. Alif Aubertsyah,  alumni dari Universitas Sebelas Maret (UNS), yang kini berusia 23 tahun nampaknya patut menjadi figur inspiratif pengusaha muda nan sukses bagi para pemuda era milenial.

Di usianya yang terbilang masih sangat muda, Alif sudah mengelola bisnis makanan dan minumannya sendiri. Pemuda yang dulunya mengambil jurusan Manajemen UNS ini sudah mulai tertarik menyelami dunia usaha sejak awal masuk perkuliahan, tepatnya tahun 2015.

Waktu itu, ia memulai usaha kecil- kecilannya dengan berjualan pisang karamel di kantin kejujuran yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Namun usahanya tersebut hanya bertahan selama tiga bulan.

Ia lantas tak berputus asa. Dengan motivasi ingin mencari pengalaman dan memiliki penghasilan sendiri sebelum menjadi sarjana, ia membuka usaha lagi yakni toko online dengan brand “Galery Aloa“, namun kegagalan datang menghampirinya lagi.

Kegigihan dan motivasi yang kuat membuatnya bangkit lagi untuk terus mencoba. “ Aku ingin terus belajar, karena aku selalu teringat bahwa di usia muda itu baiknya bekerja untuk belajar, bukan bekerja untuk mencari uang,” katanya saat diwawancarai tim Pabelan Online.

Usahanya untuk berbisnis tidak hanya sampai di toko online. Ia memutuskan untuk mencari pengalaman lagi dengan magang di salah satu kafe Solo selama kurang lebih tiga bulan. Saat ia merasa cukup siap dengan pengalaman yang dimiliki, ia memberanikan diri untuk membangun salah satu usaha di bidang minuman bernama Kedai Susu Kekinian.

Berdirinya usaha tersebut membuat ia menerima dua penghargaan, yakni Progam Mahasiswa Usaha di tahun 2017 dan Creative Preneur of UNS di tahun 2018. Tak lama, usaha susu miliknya itu disusul dengan pembukaan usahanya yang lain yaitu Bakso Sarjana.

Tak hanya pintar dalam berbisnis, pemuda yang lahir di Klaten, 15 Desember 1996 ini juga sangat aktif dalam mengikuti organisasi-organisasi internal kampus. Bahkan, ia juga berkecimpung di organisasi eksternal yaitu Young On Top Solo, yang merupakan salah satu komunitas terbesar di Solo.

Baru satu tahun bergabung, di tahun 2017 ia diamanahi untuk menjadi presiden di komunitas tersebut. Laki- laki yang memiliki hobi dalam bidang olahraga ini menjadi satu yang berbeda dari kebanyakan mahasiswa milenial.

Dengan berbagai kesibukan yang ia miliki, tak membuatnya lantas meninggalkan tugas menjadi seorang mahasiswa. Alif membuktikan bahwa ia bisa lancar dalam berkarya, namun juga tetap sukses dalam belajar. Terbukti saat ia sarjana lulus dengan predikat cumlaude.

Melihat kesibukan seorang Alif di masa kuliah, tentu memerlukan manajemen waktu yang baik sehingga ia dapat berhasil melakukan apa yang dia inginkan dan menjadi seorang wirausahawan muda yang sukses.

“Saya selalu menekankan diri dalam disiplin waktu, bagaimana cara kita bisa membagi waktu agar dapat terpakai secara efisien,” tukasnya. Cara jitu yang diterapkan Alif adalah harus bisa menentukan mana hal yang penting dan mendesak, penting tidak mendesak, mendesak penting dan tidak mendesak tidak penting.

 

Reporter         : Mulyani Adi Astutiatmaja dan Wike Tri Wulandari

Editor             : Annisavira Pratiwi