Demi Kekayaan, Membenalu Pun Jadi Pilihan

0
391

Judul film : Parasite (기생충)

Sutradara : Boong Joon-ho

Sinematografi : Hong Kyun-pyo

Tanggal rilis : 21 Mei 2019 (Cannes), 30 Mei 2019 (Korea Selatan)

Pemain : Song Kang-ho, Lee Sum-kyun, Cho Yeo-jong, Choi Woo-shik

Durasi : 132 Menit

Genre : Comedy, Thriller

Distributor : CJ Entertainment

Negara : Korea Selatan

 

Siapa yang tidak kenal dengan parasit, sebuah hama atau penyakit yang bisa menyerang makhluk hidup apa saja dan kapan saja. Yang mengambil keuntungan dari inang yang dia tempatinya. Definisi parasit yang kita kenal bisa tergambar dari film Parasite ini. Dari judul film tersebut kita bisa menyadari bahwa monster yang mengerikan di dunia ini adalah manusia itu sendiri.

Film ini merupakan salah satu film asal Korea Selatan yang mendapatkan penghargaan Piala Palem Emas alias Palme D’Or Festival Cannes 2019. Penghargaan ini dianggap sebagai hadiah termahal untuk Boong Joon ho yang sudah mengambil hati para penonton di seluruh dunia.

Karya-karya Joon ho sebelumnya seperti The Host (2006), Snowpiercer (2013), dan Okja (2017). Dia mengangkat topik yang lebih real dan dekat dengan masyarakat. Dalam film Parasite ini mengkritik tentang sifat kapitalisme dan hierarki ketidakadilan pemerintahan terhadap masyarakat.

Sedikit cerita dari saya, sebenarnya film ini merupakan film korea pertama yang saya lihat dari awal sampai akhir film. Stereotip yang saya pikirkan tentang film korea, ya hanya tentang drama dan percintaan. Tetapi setelah menonton film ini, stereotip tentang film korea yang seperti pikiran saya tadi jadi terbantahkan. Karena film ini bisa memberikan suatu hal yang berbeda dari film korea biasanya.

Film ini menggaet aktor dan aktris ternama korea yang masing-masing karakternya di film Parasite seperti:

 

Film ini menceritakan tentang sebuah hubungan atau simbiosis antara dua keluarga yang berbeda kasta ekonomi. Hubungan yang saya maksud disini adalah simbiosis parasitisme, dimana keluarga miskin, Kim Gi-taek mengambil keuntungan dari keluarga kaya, Park Dong-ik.

Cerita ini berawal dari sebuah keluarga Kim Gi-taek yang tinggal di sebuah apartemen bawah tanah yang tak layak huni. Gi-taek, istrinya Chung-suk, anak laki-lakinya Ki-woo, dan anak perempuannya Ki-jung. Mereka semuanya pengangguran dan hanya mengandalkan pendapatan dari melipat kardus pizza.

Suatu hari Ki-woo didatangi teman lamanya, Min Hyuk yang menawari dia menjadi guru les Bahasa Inggris untuk seorang anak gadis dari keluarga kaya raya. Meski ragu pada awalnya, Ki-woo memutuskan untuk mengambil tantangan itu lalu memalsukan ijazah dan juga latar belakangnya.

Keluarga Park tidak curiga dengan penampilan Ki-woo yang menipu, Ki-woo terlihat meyakinkan. Ki-woo lalu merekomendasikan keluarganya untuk bekerja di rumah keluarga Park, dengan menyingkirkan pembantu lama yang ada di rumah tersebut.

Singkatnya, suatu ketika keluarga Park akan pergi camping, mereka (keluarga parasit) sedang bersenang-senang di rumah majikannya tersebut. Tidak diduga, mereka kedatangan bekas pembantu rumah tangga Park, Guk Mun-gwang, yang minta masuk ke dalam rumah karena ada barang yang tertinggal di basement.

Setelah masuk, dia ternyata menyembunyikan suaminya, Geun-se di dalam bungker yang ada di basement rumah tersebut. Insiden menegangkan antara dua keluarga parasit tiba-tiba menjadi tak bisa dihindari hingga menimbulkan korban.

Keesokan harinya, seolah tak terjadi apa-apa, keluarga Gi-taek diminta keluarga Park untuk mendatangi acara ulang tahun Da Song, anaknya. Tapi hari itu menjadi hari yang mengerikan buat mereka, karena Geun Se mencoba membunuh Ki-woo.  Setelah kejadian tersebut, klimaks dari cerita akan dimulai.

Cara Ki-woo memasukkan keluarganya agar bisa bekerja di tempat keluarga Park membuat saya merasa kesal. Tetapi, dari adegan tersebut menunjukkan bahwa manusia itu akan menghalalkan segala cara hanya demi mencari kekayaan.

Sutradara menggambarkan realitas sosial itu secara brilian, melalui narasi yang ciamik, lewat dialog, perilaku, dan mimik. Unsur tersebut dibumbui dengan sindiran gelap dan elemen thriller yang tidak begitu mengerikan. Bahkan, alurnya tidak bisa ditebak dari awal. Di awal, kalian akan disuguhkan adegan komedi dan drama, dari yang bikin senyum lebar, sampai bikin ketawa ngakak.

Film Parasite ini bisa saya rekomendasikan, karena cerita yang bagus serta pesan moral yang bisa kita terapkan dalam kehidupan. Kehebatan film Parasite ini tidak terlepas dari peran para aktor dan aktris yang sangat memukau.

Saya juga sadari, jika pengambilan gambar dari film tersebut membuat penyampaian pesannya semakin kuat. Dalam film ini juga bisa kita temukan pesan sutradara yang tersembunyi, serta berbagai fenomena kesenjangan sosial masyarakat yang diselipkan ke dalam film tersebut.

 

Penulis            : Muhammad Riza Radyaka Susanto

Mahasiswa Aktif Fakultas Komunikasi dan Informatika

Editor               : Rifqah