Demi Bangun Lab, Fakultas Psikologi Gusur Tempat Berdagang Pemilik Kantin

0
412

UMS, pabelan-online.comLahan kantin Fakultas Psikologi (FP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dulunya disewakan, kini sudah dikosongkan untuk keperluan pembangunan Laboratorium Tumbuh Kembang Anak. Sedihnya, pemilik kantin tak diberi kepastian tempat baru untuk berjualan kembali.

Ketua Laboratorium FP, Yuliani Prasetyaningrum membenarkan jika lahan kantin FP memang telah direncanakan untuk Laboratorium Tumbuh Kembang Anak, sejak FP pindah ke kampus dua UMS pada tahun 2003. Ide pembangunan laboratorium sendiri sudah ada sejak tahun 1998. “Lahan di Fakultas Psikologi yang saat itu belum dibangun, disewakan untuk kantin dulu dari pada nganggur,” jelasnya, Rabu (11/12/2019).

Yuliani menuturkan, pihak fakultas telah mempunyai konsep awal yang berfokus pada Laboratorium Tumbuh Kembang Anak, atau lebih tepatnya Tempat Penitipan Anak (TPA). “Sudah membentuk tim dan sudah melakukan pengukuran serta pertimbangan yang diperlukan,” tuturnya saat diwawancarai tim Pabelan Online. Ia juga mengatakan, pembangunannya akan dimulai tahun depan jika tidak ada kendala apapun, sehingga tidak akan disewakan lagi.

Yuliani mengaku jika sampai saat ini, masih berencana untuk mendiskusikan lebih rinci lagi karena tujuannya tak hanya untuk mengembangkan Laboratorium Tumbuh Kembang Anak saja, tetapi juga untuk Laboratorium FP secara keseluruhan.

Baca Juga PR Muhammadiyah: Benahi Sistem Pendidikan Akhlak

Yuliani menambahkan, sebelum berakhir di Lahan Kantin FP, pembangunan laboratorium  sempat akan dibangun di sekitar Griya Mahasiswa. Namun, dengan mempertimbangkan lokasinya yang dinilai kurang aman, akhirnya rencana tersebut di pindahkan ke area kampus empat UMS. “Namun berakhir dibatalkan,” sambungnya.

Ani dan Ika, selaku pemilik kantin FP yang dipindahkan, mengatakan jika banyak mahasiswa yang meminta mereka untuk berjualan kembali di FP, tetapi mereka tak bisa berjualan lagi karena akan dibangun Laboratorium Tumbuh Kembang Anak atau TPA. “Katanya juga mau dikasih tempat baru, tapi nggak jadi terus,” keluh mereka, Rabu (11/12/2019).

Reporter              : Sarah Dwi Ardiningrum dan Novali Panji Nugroho

Editor                    : Rifqah